Trump Tolak Tanggapan Iran Atas Proposal Perdamaian AS

JAKARTA - Presiden Donald Trump mengatakan tanggapan Iran terhadap usulan perdamaian Amerika Serikat untuk menghentikan konflik "sama sekali tidak dapat diterima".

"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya," tulisnya, melansir The National (11/5).

Kendati demikian, belum jelas apa isi tanggapan Iran kepada Gedung Putih.

Tasnim, media berita yang berafiliasi dengan Pemerintah Iran, mengunggah pesan Telegram tentang apa yang disebutnya sebagai usulan Iran kepada Gedung Putih.

"Teks tersebut menekankan perlunya pencabutan sanksi AS, pengakhiran perang di semua lini, dan pengelolaan Selat Hormuz oleh Iran jika komitmen tertentu dipenuhi oleh AS," demikian bunyi teks tersebut.

Beberapa jam sebelumnya, Presiden Trump, dalam unggahan panjang di media sosial pada Hari Minggu, mengatakan Iran telah "bermain-main" dengan AS dan "seluruh dunia".

Beberapa hari setelah AS mengajukan proposal kepada Iran dengan harapan mengakhiri konflik saat ini, Trump menulis di platform Truth Social miliknya: "Selama 47 tahun, Iran telah 'mempermainkan' kita, membuat kita menunggu, membunuh rakyat kita dengan bom pinggir jalan mereka, menghancurkan demonstrasi, dan baru-baru ini memusnahkan 42.000 demonstran tak bersenjata yang tidak bersalah dan menertawakan negara kita yang kini kembali hebat."

"Mereka tidak akan tertawa lagi," tandasnya.

Trump kemudian menyalahkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) antara kekuatan dunia dan Iran, yang pada dasarnya dibatalkan oleh Trump selama masa jabatan pertamanya di Gedung Putih, atas konflik saat ini. JCPOA ditandatangani pada tahun 2015 di bawah mantan presiden Barack Obama.

"Ia tidak hanya baik kepada mereka, ia hebat, benar-benar memihak mereka, meninggalkan Israel dan semua sekutu lainnya, dan memberi Iran kesempatan baru yang besar dan sangat kuat," kata Trump.

Beberapa jam sebelum unggahan Presiden Trump, kantor berita Iran IRNA mengatakan bahwa negara itu telah mengirimkan tanggapan terhadap proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang kepada Pakistan, yang telah menjadi mediator antara kedua negara. Dua.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan, pandangan dan pengamatan Tehran terhadap proposal AS akan dikirim setelah peninjauan akhir.

Irna mengatakan fase negosiasi saat ini akan fokus pada pengakhiran perang di kawasan tersebut.