Golkar DKI Berikan Drop Box Sampah di Jaktim, Dorong Pemprov Fasilitasi Sarana Pilah Sampah

JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta menyerahkan lima unit boks penampungan sampah (drop box) organik dan nonorganik di Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Matraman, jakarta Timur.

Ketua Harian DPD Golkar DKI Jakarta sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan mengungkap, langkah ini dilakukan dalam rangka mendorong gerakan pilah sampah di tingkat lingkungan warga, bersamaan dengan deklarasi Gerakan Pilah Sampah oleh Pemprov DKI.

Judistira mengungkap, persoalan sampah Jakarta sudah tidak bisa lagi ditangani dengan pola lama yang hanya mengandalkan pembuangan ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

"Kita semua tahu bahwa tata kelola pengelolaan sampah hari ini di Jakarta tidak dalam keadaan baik-baik saja. Kejadian di Bantar Gebang, yaitu longsornya sampah yang menimbulkan kematian bagi saudara-saudara kita, kurang lebih tujuh korban jiwa, menjadi alarm bagi kita semua agar ke depan tata kelola pengelolaan sampah bisa lebih baik," kata Judistira kepada wartawan, Minggu, 10 Mei.

Menurut Judistira, pemilahan sampah dari sumber menjadi syarat utama jika Jakarta ingin menerapkan teknologi pengolahan sampah seperti waste to energy yang tengah disiapkan pemerintah pusat dan Pemprov DKI.

"Semua itu hanya akan sukses jika ada pemilahan dari sumbernya. Sumbernya antara lain rumah tangga, kafe, restoran, pusat perbelanjaan, dan pasar-pasar besar," ucap Judistira.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta ini mengungkap pihaknya juga tengah menyoroti kewajiban pusat perbelanjaan dan pasar untuk mengelola sampah secara mandiri agar beban sampah Jakarta bisa berkurang.

"Karena ke depan kita ingin sampah di DKI Jakarta tidak lagi dikirim ke Bantargebang, tetapi bisa dikelola di dalam kota Jakarta," tegas Judistira.

Selain itu, Judistira mengungkap pihaknya turut mengidentifikasi sejumlah aspek penting dalam pembahasan regulasi, salah satunya keterlibatan masyarakat dan pegiat lingkungan.

Dari hasil rapat dengan Dinas Lingkungan Hidup dan perwakilan pemerintah kota, kata dia, banyak warga menyampaikan bahwa mereka selama ini hanya diminta memilah sampah tanpa disertai dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

"Warga bilang, ‘Kami terus diimbau, tapi tidak disiapkan sarana prasarananya.’ Karena itu, kami mendorong agar pemerintah menyediakan fasilitas yang memudahkan masyarakat untuk memilah sampah," tuturnya.

Drop box yang diserahkan Golkar DKI berkapasitas 50 liter dan dikhususkan untuk menampung sampah organik dan anorganik. Judistira berharap bantuan ini dapat menjadi contoh sekaligus memicu partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Bantuan secara simbolis diterima Ketua RW 03 Kelurahan Kayu Manis. Judistira berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

"Semoga bantuan ini bermanfaat dan betul-betul bisa menjaga kebersihan lingkungan di RW 03 Kelurahan Kayu Manis," imbuhnya.