Malaysia Berburu Pasokan Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz

JAKARTA — Pemerintah Malaysia menyiapkan langkah baru untuk menjaga pasokan minyak di tengah ketidakpastian global akibat konflik Asia Barat dan penutupan Selat Hormuz.

Malay Mail, Sabtu, 9 Mei, mengutip Bernama, melaporkan Perdana Menteri Anwar Ibrahim diperkirakan mengumumkan rencana tersebut pada pertengahan Mei.

Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir mengatakan fokus utama pemerintah adalah memastikan pasokan minyak domestik tetap aman agar kegiatan ekonomi tidak terganggu. Pemerintah sebelumnya menyebut cadangan yang ada masih cukup hingga Juni.

Menurut Akmal, Petronas kini berada pada tahap akhir untuk mengamankan sumber pasokan baru.

“Perdana Menteri sebelumnya mengatakan beberapa sumber baru sedang dimatangkan. Ia diperkirakan akan menyampaikan jadwal berikutnya terkait pasokan minyak negara,” kata Akmal dalam forum Energy Crisis 2026: Are We Ready to Rethink Refuel? di Kuala Lumpur.

Ia mengatakan cadangan operasional Malaysia saat ini masih mencukupi. Pemerintah juga telah menyiapkan langkah intervensi dan pengelolaan operasional untuk menghadapi potensi gangguan pasokan.

Selain langkah dalam negeri, Malaysia juga melihat kerja sama kawasan sebagai cara memperkuat ketahanan pasokan energi. Akmal mengatakan ada pembahasan mengenai cadangan energi regional di tingkat ASEAN, meski mekanisme dan kerangkanya masih perlu dibahas lebih lanjut karena berkaitan dengan diplomasi antarnegara.

Terkait biodiesel B15, yakni campuran 15 persen biodiesel dalam solar, pemerintah Malaysia optimistis penerapannya bisa dimulai pada 1 Juni. Kebijakan itu diharapkan membantu memperpanjang pasokan diesel nasional.

Menurut Akmal, rantai pasok biodiesel, termasuk distribusi ke stasiun pengisian bahan bakar, sudah siap dan mendapat dukungan dari kementerian serta lembaga terkait.