KKP Gaet Perbankan Tingkatkan Skala Usaha Perikanan di KNMP, 14 Lokasi Dipetakan

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng perbankan untuk meningkatkan skala usaha perikanan di lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Hingga saat ini, sudah dilakukan pemetaan potensi pembiayaan di 14 lokasi KNMP.

"Pemetaan potensi tidak hanya mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan, tetapi juga mengarahkan model bisnis setiap lokasi KNMP oleh perbankan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)," ujar Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei.

Melalui pendekatan ini, kata Machmud, setiap lokasi dikaji secara spesifik, sehingga skema pembiayaan disusun menjadi lebih terukur, bankable dan selaras dengan prinsip kehati-hatian perbankan.

Dia menyebut, tantangan pembiayaan bukan semata pada ketersediaan dana, melainkan pada kesiapan model usaha yang layak dibiayai di tingkat lapangan.

"Melalui pendalaman per lokasi, kami mendorong perbankan memahami potensi usaha secara lebih utuh agar skema pembiayaan disusun benar-benar sesuai dengan karakteristik usaha," katanya.

Machmud menargetkan, dalam waktu dekat, skema pembiayaan selaras dengan model bisnis di setiap lokasi KNMP dapat segera diimplementasikan.

"Yang terpenting pembiayaan usaha harus diiringi literasi keuangan, agar pelaku usaha mampu mengakses kredit dan mengelolanya secara sehat dan produktif," ucap dia.

Hingga kuartal I-2026, realisasi kredit program sektor kelautan dan perikanan telah mencapai Rp2,23 triliun yang disalurkan kepada 131.230 debitur.

Nilai tersebut tumbuh 19,59 persen secara tahunan, sementara jumlah debitur meningkat sebesar 59,79 persen, menunjukkan semakin luasnya jangkauan pembiayaan, khususnya pada segmen mikro dan ultra mikro.

Dari sisi komposisi usaha, struktur penyaluran pembiayaan masih didominasi oleh sektor hulu, yaitu penangkapan ikan sebesar 34,88 persen, budi daya 32,67 persen, diikuti pergaraman sebesar 0,35 persen.

Sementara di sektor hilir seperti pengolahan hasil perikanan telah tersalurkan sebesar 2,91 persen dan perdagangan hasil perikanan mencapai 22,13 persen.

"Kondisi ini menunjukkan adanya ruang besar untuk mendorong pembiayaan pada sektor hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi," terangnya.

Dalam konteks tersebut, KNMP didorong sebagai simpul penguatan ekosistem usaha yang mengintegrasikan aktivitas hulu hingga hilir dalam satu kawasan.

KKP juga memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai agregator, sehingga pembiayaan tidak lagi bersifat parsial, tetapi terintegrasi dalam satu sistem usaha yang mencakup produksi, pengolahan hingga pemasaran.

"Perbankan Himbara dan lembaga keuangan lainnya pada prinsipnya menyambut baik langkah ini dan menyatakan kesiapan untuk mendalami model bisnis serta menyiapkan skema pembiayaan sesuai dengan karakteristik usaha di masing-masing lokasi," jelasnya.

Untuk mempercepat proses tersebut, lanjut Machmud, KKP memperkuat koordinasi dengan perbankan guna memastikan tindak lanjut lebih konkret dalam pendalaman model bisnis dan penyiapan skema pembiayaan.

"Dengan sinergi antara pemerintah, perbankan dan pelaku usaha, KKP optimistis KNMP dapat menjadi model pengembangan ekonomi pesisir yang mendorong transformasi usaha lebih produktif, terintegrasi dan berkelanjutan," pungkasnya.