Pengusaha Ritel Akui Kerap Kesulitan Dapat Supplier dan Variasi Produk
JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah mengakui, anggota di bawah naungannya kerap kesulitan mendapatkan supplier.
Hal tersebut diungkap Budihardjo dalam sambutan penutup Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis, 7 Mei.
"Kami dari sektor ritel sudah melaporkan bahwa mencari supplier itu susah," ujar Budihardjo.
Budihardjo juga mengakui, pihaknya membutuhkan variasi produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar ke depannya tidak lagi impor.
"Suppliernya datang, membawa barang, namun kembali lagi kami laporkan kemarin kami butuh variasi produk. Kami butuh variasi produk," tegasnya.
Akan tetapi, Budihardjo mengaku senang dengan adanya penyelenggaraan Inabuyer B2B2G Expo 2026.
Pasalnya, kegiatan tersebut telah mempermudah usaha besar untuk mendapatkan supplier.
"Jadi, sebenernya (Inabuyer B2B2G Expo) ini bukan suatu CSR (program tanggung jawab sosial perusahaan). Tadi saya ngobrol sama AEON (mereka) mendapatkan supplier, sama Indomaret juga. Memang mencari supplier itu susah. Jadi, supplier itu mau dicari di mana, ya, Inabuyer ini," katanya.
Menurut Budihardjo, semakin banyak variasi produk yang dihasilkan, nantinya toko ritel yang dibuka pun kian banyak.
"Itu makin banyak variasi produk, makin banyak toko yang kami buka. Toko kami buka itu toko beneran, bukan online. Kami jualan online, tapi tokonya yang memperkerjakan karyawan," ucap dia.
Hal itu pun disebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi.
"Tokonya bakal buka di provinsi mana, kabupaten mana dan itu memang menjadi strategi nasional untuk meningkatkan ekonomi," terang Budihardjo.
Baca juga:
Lebih lanjut, Budihardjo berharap, penyelenggaraan Inabuyer B2B2G Expo 2026 dapat menciptakan produk-produk yang bisa dijual di ritel.
"Semoga supplier Indonesia itu bisa makin berkualitas dan menciptakan produk-produk yang bisa dijual di ritel," pungkasnya.