Harga Minyak Naik Lagi, Selat Hormuz Kalahkan Optimisme Damai AS - Iran

JAKARTA - Harga minyak naik tipis pada Kamis. Pasar masih lebih khawatir terhadap gangguan pasokan lewat Selat Hormuz dan turunnya stok minyak Amerika Serikat ketimbang kabar peluang kesepakatan AS-Iran.

Dilansir Anadolu Agency, Kamis, 7 Mei, harga Brent, patokan minyak dunia, diperdagangkan di 101,65 dolar AS per barel pada pukul 09.30 waktu setempat atau 06.30 GMT. Angka itu naik sekitar 0,38 persen dari penutupan sebelumnya.

Minyak West Texas Intermediate atau WTI, patokan AS, juga naik 0,45 persen menjadi 95,54 dolar AS per barel. Pada sesi sebelumnya, WTI berada di 95,08 dolar AS.

Sebelumnya, laporan pada 6 Mei menyebut Washington hampir menandatangani nota kesepahaman satu halaman dengan Teheran. Kesepakatan itu disebut bertujuan mengakhiri konflik dan membuka jalan bagi perundingan nuklir yang lebih luas. Kabar tersebut sempat menekan harga minyak ke bawah 100 dolar AS per barel.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan menunggu kemajuan akhir setelah kunjungan resminya ke China pekan depan. Menurut Axios, Trump memperkirakan jawaban Teheran dalam 24 hingga 48 jam.

Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran dalam 24 jam terakhir “sangat produktif” dan kesepakatan “sangat mungkin” tercapai.

Namun, Iran memberi sinyal berbeda. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menuding Washington tidak tulus.

“Dibutuhkan iktikad baik. Perundingan bukan perdebatan, bukan dikte, penipuan, pemerasan, atau paksaan,” kata Baghaei dikutip Anadolu.

Di saat diplomasi belum jelas, risiko pasokan tetap membayangi. Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan sebuah kapal kosong berbendera Iran disita setelah berupaya menerobos blokade di Teluk Oman.

Harga minyak juga ditopang data stok AS. Badan Informasi Energi AS atau EIA mencatat persediaan minyak mentah komersial turun sekitar 2,3 juta barel pekan lalu menjadi 457,2 juta barel.

Cadangan minyak strategis AS juga turun 5,2 juta barel menjadi 392,7 juta barel. Stok bensin turun sekitar 2,5 juta barel menjadi 219,8 juta barel.

Harga minyak naik tipis pada Kamis. (Ilustrasi foto Unsplash)