Luis Enrique: PSG vs Bayern Munchen Adalah Laga Terbaik dalam Karier Kepelatihan Saya

JAKARTA - Manajer Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, memuji kemenangan timnya yang memecahkan rekor dengan skor 5-4 atas Bayern Munchen sebagai pertandingan terbaik yang pernah ia ikuti selama karier kepelatihannya.

Sembilan gol dalam leg pertama pada tengah pekan lalu di Paris menjadikannya pertandingan semifinal dengan skor tertinggi dalam sejarah Liga Champions dan menyamai rekor gol terbanyak kedua dalam pertandingan babak gugur di turnamen top Eropa.

Karier kepelatihan Luis Enrique mencakup periode sebelumnya bersama Spanyol dan Barcelona--di mana ia memimpin tim yang diisi oleh Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar--meraih kejayaan di Liga Champions.

Namun, katanya, tidak ada yang sebanding dengan apa yang ia saksikan di Parc des Princes melawan anak asuh Vincent Kompany pekan lalu.

"Saya belum pernah melihat pertandingan dengan intensitas seperti ini. Ini bukan saatnya untuk menunjukkan kekurangan. Kami hanya perlu mengucapkan selamat kepada semua orang."

"Kami pantas menang, pantas imbang, dan pantas kalah hari ini. Itu pertandingan yang fantastis. Tanpa ragu, ini adalah pertandingan terbaik yang pernah saya ikuti sebagai pelatih," kata Luis Enrique.

PSG unggul 5-2 di awal babak kedua berkat dua gol masing-masing dari pemain sayap lincah Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele di Parc des Princes.

Tertinggal tiga gol, Bayern Munchen berjuang dengan gemilang. Sundulan bek Dayot Upamecano di pertengahan babak kedua dari tendangan bebas Joshua Kimmich memberi klub Bundesliga itu harapan.

Lalu, tendangan keras Luis Diaz memperkecil selisih menjadi satu gol menjelang leg kedua pada Kamis, 7 Mei 2026, dini hari WIB, di Munich.

Melihat intensitas itu, Luis Enrique mengakui bahwa dirinya kelelahan hanya dengan menonton.

"Saya sangat lelah, dan saya tidak berlari satu kilometer pun. Jadi, saya tidak tahu bagaimana perasaan para pemain," katanya.

Menjelang leg kedua, Enrique justru berharap pertandingan yang lebih gila lagi dari sebelumnya. Ia menegaskan tak akan mengubah gaya permainannya meskipun cukup bermain seri untuk ke final.

Intinya, pelatih asal Spanyol itu tetap bermain terbuka dan menyerang untuk memenangi pertandingan di kandang Bayern Munchen, bahkan lebih intens dari leg pertama.

"Saya baru saja bertanya kepada staf saya, berapa banyak gol yang kami butuhkan untuk memenangi pertandingan ini? Mereka berkata, minimal tiga."

"Bayern Munchen di kandang mereka bahkan lebih kuat, tetapi kami akan mencoba dan menunjukkan mentalitas yang sama," tutur Enrique.