BMKG Minta Nelayan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sultra hingga 9 Mei
JAKARTA - Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang sedang yang dapat mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk periode 6 hingga 9 Mei 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Gabriella Larasati mengatakan bahwa berdasarkan data, kondisi sinoptik menunjukkan pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 Knot.
"Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 Knot atau 6 Skala Beaufort di Perairan Wakatobi bagian timur dan Laut Banda Timur Wakatobi," katanya saat dihubungi di Kendari, Rabu, disitat Antara.
Dia menyebutkan, hasil analisis sebaran potensi gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter dalam beberapa waktu ke depan, antara lain pada tanggal 6 hingga 7 Mei 2026 masing-masing diperkirakan terjadi pada pukul 08.00 Wita.
"Untuk potensi gelombang sedang diprediksi terjadi di Perairan Wakatobi dan Laut Banda Timur Wakatobi," ujarnya.
Baca juga:
- AS Habiskan 25 Miliar Dolar Selama Perang Iran, Amunisi Pengeluaran Terbanyak
- DPR AS ke Menhan Hegseth: Apakah Ada Ancaman Nuklir Sehingga Perang Iran Perlu?
- Kepala Staf IDF Akui Tentara Israel Rusak Patung Yesus Hingga Pakai Emblem Seruan Kekerasan
- Tebar Ancaman Ekonomi ke Iran, Menkeu AS Ejek Komandan IRGC
Sedangkan untuk periode 7 hingga 8 Mei 2026 terjadi pada waktu yang sama dengan kondisi gelombang sedang berpotensi terjadi di Perairan Wakatobi, Laut Banda Timur Wawonii, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
"Untuk periode 8 hingga 9 Mei 2026, dengan wilayah terdampak diprakirakan meluas mencakup Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Buton, Perairan Wakatobi, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Baubau, Teluk Bone Barat Kabaena, dan Laut Banda Timur Wakatobi," jelasnya.
Dia mengungkapkan bahwa atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut dan nelayan, untuk selalu waspada dan memperhatikan risiko keselamatan pelayaran.
"Masyarakat juga diingatkan untuk terus memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca pelabuhan dan wilayah perairan melalui laman resmi BMKG agar tetap berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut," tandasnya.