Kementerian UMKM Bakal Panggil TikTok Shop-Shopee Cs Terkait Kenaikan Biaya Layanan
JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan memanggil platform e-commerce seperti TikTok Shop—Shopee Cs menyusul kenaikan biaya logistik (ongkir) yang dibebankan kepada seller (pedagang) sejak Mei 2026.
Kebijakan tersebut menuai keluhan pelaku usaha, bahkan memicu sebagian UMKM hengkang dari platform dan berjualan mandiri.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan langkah konkret untuk merespons dinamika tersebut, termasuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu forum.
"Kami akan mengumpulkan platform online, kemudian asosiasi-asosiasi peritel, sehingga kami duduk bersama, termasuk dengan logistiknya. Kami di sini nggak bisa mempertahankan ego masing-masing, karena UMKM itu jelas adalah ujung tombak pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan. Dan seperti kata Pak Prabowo, pengusaha juga harus toleransi, pengusaha besar harus toleransi," ujar Helvi dalam konferensi pers di Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa, 5 April.
Helvi menegaskan, pihaknya tidak ingin kebijakan bisnis yang diambil platform justru menekan pelaku usaha kecil. Dia bilang, pendekatan yang ditempuh adalah membangun ekosistem yang saling menguatkan antar pelaku usaha dari skala ultramikro hingga besar.
Terlebih, kata Helvi, visi kementeriannya adalah menjaga keberlangsungan ekosistem UMKM. Ia mengusung konsep kolaborasi berantai, yang mana pelaku usaha besar harus memberikan ruang bagi pelaku usaha lebih kecil untuk tumbuh.
Baca juga:
"Konsep kami adalah yang besar mengangkat menengah, menengah mengangkat kecil dan kecil mengangkat mikro," jelas dia.
Menurut dia, pemerintah saat ini tengah menjalin komunikasi awal dengan platform e-commerce untuk membahas solusi terbaik. Adapun pertemuan lanjutan dengan melibatkan Menteri UMKM dijadwalkan dalam waktu dekat.
"Jadi, bagaimanapun pemerintah tidak ingin siapapun disakiti, apakah itu usaha ultramikro, mikro, kecil, menengah maupun usaha besar, karena semua itu dibutuhkan untuk pertumbuhan 8 persen," katanya.