Wadubes RI: Pengemudi Indonesia Bukan hanya Bekerja Profesional, Tapi Juga Duta Bangsa

JAKARTA - Pengemudi Indonesia bukan hanya bekerja secara profesional, tetapi juga menjadi duta bangsa, kata Wakil Duta Besar RI untuk Jepang Maria Renata Hutagalung.

Peluang untuk bekerja sebagai pengemudi profesional di Jepang oleh perusahaan setempat bagi warga negara asing semakin terbuka lebar, seiring dengan peningkatan kebutuhan di lapangan.

Terbaru, Wadubes Maria Renata melepas tiga warga negara Indonesia (WNI), Azzam Al Antar, Dwi Harjanto dan Seto Ramadhan Siswadi untuk bekerja sebagai pengemudi pada Meitetsu Bus di Toyota, Aichi pada Jumat (1/5).

Momen ini menjadi tonggak sejarah yang luar biasa karena mereka adalah pengemudi bus berkewarganegaraan asing pertama yang beroperasi di sektor transportasi publik Prefektur Aichi.

"Selamat saya sampaikan kepada pengemudi Indonesia. Bekerjalah dengan penuh semangat dan kehati-hatian serta tanggung jawab besar. Teman-teman pengenudi tidak hanya bekerja profesional tapi juga menjadi duta bangsa yang membawa nilai, etos kerja, serta karakter positif Indonesia,"ujar Wakil Duta Besar Maria Renata, didampingi Asisten Atase Perhubungan KBRI TokyoGiri Tresna Putra Munggaran dan Sekretaris Ketiga Fungsi Penerangan Sosial Budaya Zharifah Raihanah Shiddiq, melansir keterangan KBRI Tokyo (5/5).

Wadubes RI Maria Renata saat melepas tugas tiga pengemudi profesional asal Indonesia. (Sumber: KBRI Tokyo)

​Dalam kesempatan tersebut Wadubes Maria Renata juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen Meitetsu Bus atas standar rekrutmen, pelatihan, dan pelindungan tenaga kerja yang tinggi serta tentunya kesempatan bagi pengemudi asal Indonesia.

Sejumlah otoritas Jepang hadir dalam kegiatan ini diantaranya, Kepala Kantor Cabang Transportasi Aichi, Biro Transportasi Chubu, Kementerian Pertanahan Infrastruktur Transportasi dan Pariwisata, Kenji Ogawa; Kepala Departemen Pengembangan Perkotaan Pemerintah Kota Toyota, Gen Kadoya; Direktur dan General Manager Departemen SDM, Meitetsu Bus Co.,Ltd. Hajime Nagura; Presiden Direktur Kigyo Koryu Center, Chairman Perusahaan Grup KS Global Co.,Ltd. Kazuhisa Sumino.

Pihak Pemerintah setempat maupun perusahaan transportasi pada kesempatan tersebut menyampaikan selamat kepada pengemudi Indonesia, serta terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas kerja sama di bidang tenaga pengemudi transportasi bus.

Diketahui, kerja sama di bidang tenaga pengemudi Indonesia - Jepang telah berlangsung sejak tahun 2025. Tidak hanya untuk transportasi umum seperti bus, melainkan juga untuk kebutuhan Pengemudi Truk Logistik.

Pendiri dan Direktur LPK Japan Indonesia Driving School (JIDS) Bowo Kristianto menjelaskan, hingga tahun 2026 tercatat 16 pengemudi untuk transportasi bus dari Indonesia.

Semuanya tersebar di sejumlah perusahaan yaitu; enam orang di Tokyu Bus; tiga orang di Osaka Bus; tiga orang di Meitetsu Bus; dua orang di Hiroshima Bus; dan, dua orang di Fujikyu Bus.

Sementara itu untuk Truk Logistik, Bowo menjelaskan total sejak 2025 sudah 14 orang yang tersebar di sejumlah perusahaan yaitu, sembilan orang di Kabushiki Toso; tiga orang di Kabushiki Fujisawa; dan, dua orang di Daisho Logistic

"Untuk saat ini sudah dipilih dan menjalani pelatihan di JIDS ada sekitar 90 orang. Terima kasih atas dukungan dari KBRI Tokyo," kata Bowo.