Kementerian Kebudayaan Luncurkan Lomba Video Budaya, Bidik Generasi Digital Angkat Museum

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meluncurkan Lomba Konten Video Kreatif “Aku dan Budayaku” dengan target menarik generasi muda masuk ke ruang budaya yang selama ini sepi perhatian, terutama museum dan cagar budaya.

Peluncuran dilakukan di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Senayan, Senin, 4 Mei. Pemerintah melihat ada celah besar: budaya kaya, tapi gaungnya kalah di ruang digital. Lomba ini dijadikan alat untuk membalik keadaan.

Fadli menyebut Indonesia sebagai negara dengan keragaman budaya tinggi. Namun, kekayaan itu belum sepenuhnya hadir di platform digital yang kini dikuasai anak muda. Karena itu, video kreatif dipilih sebagai medium.

“Kami ingin masyarakat, terutama pelajar, berinteraksi langsung dengan situs budaya di daerahnya,” ujar Fadli.

Kementerian menilai generasi muda sudah terbiasa membuat konten. Potensi itu diarahkan untuk mengangkat museum dan situs sejarah, bukan sekadar hiburan. Di titik ini, lomba bukan hanya ajang kreatif, tetapi juga strategi promosi budaya yang lebih agresif.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menegaskan konten digital bisa memicu efek berantai. Tidak hanya meningkatkan kunjungan museum, tetapi juga membentuk komunitas baru yang peduli budaya.

Tema lomba adalah “Museum dan Cagar Budaya di Daerahku”. Pendaftaran dibuka hingga 30 Juni 2026. Peserta terbagi dua kategori umum dan pelajar/mahasiswa.

Platform yang digunakan mencerminkan targetnya yakni YouTube, Instagram, dan TikTok. Hadiah disiapkan puluhan juta rupiah untuk menarik partisipasi luas.

Di balik lomba ini, pemerintah ingin budaya tidak lagi terjebak di ruang fisik, tetapi hidup di ruang digital yang ramai dan kompetitif. Jika gagal masuk ke sana, budaya lokal berisiko kalah oleh arus konten global.

Fadli menutup dengan dorongan langsung ke anak muda agar bukan hanya menonton, tetapi memproduksi dan menyebarkan cerita budaya mereka sendiri.