JAKARTA – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menerima kunjungan Deputy CEO Museum Studio Prancis, Vincent Larnicol, bersama tim di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jumat 3 Oktober. Pertemuan itu membuka peluang kerja sama strategis untuk pengembangan museum dan warisan budaya Indonesia.
Museum Studio dikenal lewat proyek prestisius di berbagai negara, dari desain pameran, kurasi, hingga produksi pengalaman imersif. Vincent memperkenalkan portofolio mereka yang mencakup perencanaan masterplan situs budaya, branding, serta strategi komunikasi global. “Indonesia adalah permata budaya dunia. Situs warisan budayanya luar biasa, dengan potensi menjadi the next big thing,” ujar Vincent.
Fadli menegaskan Indonesia kaya warisan sejarah, tetapi menghadapi tantangan dalam pengelolaan. “Kita perlu pendekatan modern yang tetap berakar pada nilai lokal. Museum Studio bisa menjadi mitra untuk memperkuat ekosistem kebudayaan dengan pengalaman internasional,” katanya.
Museum Studio menawarkan dukungan strategis, mulai dari pengembangan masterplan situs prioritas, pameran imersif berskala internasional, hingga pengembangan kekayaan intelektual (IP) lokal agar bisa bersaing di pasar global. Vincent menekankan pentingnya pendekatan hybrid—menggabungkan artefak asli dengan teknologi digital—agar generasi muda bisa menikmati budaya dengan cara otentik, bukan sekadar sensasi.
BACA JUGA:
Fadli menutup dialog dengan menekankan budaya sebagai fondasi masa depan. “Kerja sama ini bukan hanya untuk memperkuat citra budaya Indonesia, tapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar situs warisan,” ujarnya.
Pertemuan yang juga dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha dan jajaran pejabat terkait ini menandai awal kolaborasi mendalam. Kementerian Kebudayaan akan menindaklanjuti lewat tim teknis agar kerja sama dengan Museum Studio tetap berpijak pada kedaulatan budaya nasional.