Tak Hanya Anak, Orang Dewasa Juga Perlu Vaksin Campak untuk Cegah Komplikasi

JAKARTA - Vaksin campak selama ini kerap dianggap hanya penting untuk anak-anak karena penyakit ini identik dengan usia dini. Padahal, orang dewasa juga tetap berisiko terinfeksi campak, terutama jika belum memiliki kekebalan yang cukup.

Meski sering dipandang sebagai penyakit ringan, campak dapat menimbulkan dampak yang lebih berat jika menyerang orang dewasa. Risiko komplikasi seperti infeksi paru hingga gangguan pada sistem saraf dapat meningkat, sehingga upaya pencegahan melalui imunisasi tetap relevan dilakukan di semua kelompok usia.

Maka dari itu, pemberian vaksin menjadi langkah preventif penting guna mencegah komplikasi serius yang bisa terjadi pada usia dewasa.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Eka Hospital MT Haryono, Jakarta, Erpryta Nurdia Tetrasiwi menjelaskan ketidakpastian status vaksinasi menjadi alasan kuat untuk melakukan imunisasi ulang.

"Pada orang dewasa yang status vaksinasinya tidak diketahui, atau lupa sudah vaksin campak atau belum saat masih kecil, lebih baik vaksinasi," jelas dokter Pryta, sapaan akrabnya dalam media diskusinya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, vaksinasi menjadi semakin penting terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah dengan kasus campak tinggi atau hidup bersama kelompok rentan seperti lansia dan bayi.

"Apalagi kalau orang dewasa tersebut tinggal di area yang tinggi kasus campak. Atau dia tinggal bersama orang tua atau lansia dan bayi, di sini vaksinasi campak berperan untuk melindungi orang di sekitar kita.”

Untuk memastikan apakah seseorang sudah memiliki kekebalan terhadap campak, sebenarnya dapat dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium seperti tes IgG dan IgM measles.

Namun, tidak semua fasilitas kesehatan menyediakan layanan tersebut, dan biayanya pun relatif mahal. Karena itu, vaksinasi dinilai sebagai pilihan yang lebih praktis.

"Jadi, lebih baik vaksin karena lebih murah dan jika memang dulu pernah divaksin tidak ada efek negatif bila kembali divaksin,” tambah dia.

Lebih lanjut, pemberian vaksin campak pada orang dewasa umumnya menggunakan vaksin MMR (measles, mumps, rubella). Vaksin ini diberikan saat kondisi tubuh dalam keadaan sehat, dengan dua dosis penyuntikan yang berjarak sekitar 28 hari.

Melalui vaksinasi, risiko keparahan gejala dapat ditekan jika seseorang tetap terinfeksi virus penyebab campak. Campak pada orang dewasa yang tidak mendapatkan vaksinasi dapat menimbulkan komplikasi serius.

Salah satu yang paling sering terjadi adalah pneumonia atau infeksi paru-paru.

"Yang paling sering masuk rumah sakit pada kasus campak karena dengan pneumonia. Ada juga beberapa kasus meski jarang terjadi seperti risiko radang otak (ensefalitis) hingga gangguan pada mata," kata dia.

Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat menyebabkan kerusakan pada kornea. Komplikasi pada mata dapat menyebabkan peradangan kornea (keratitis) yang jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan kehilangan penglihatan secara permanen.

"Jika misalnya terpapar campak, maka orang yang sudah divaksin gejalanya jauh lebih ringan. Tidak terlalu demam, lalu ruam merah juga tidak separah orang yang tidak divaksin," ungkap dokter Pryta.

Selain melindungi dari campak, vaksin MMR juga memberikan perlindungan terhadap penyakit gondongan dan rubella.

Bagi perempuan yang berencana hamil, vaksin ini sangat dianjurkan karena infeksi campak atau rubella selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga cacat bawaan pada bayi. Vaksinasi sebaiknya dilakukan minimal satu bulan sebelum memulai program kehamilan.