Kinerja Positif, Laba UNVR Capai Rp1,3 Triliun di Kuartal I-2026

JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat kenaikan laba bersih dari operasi yang dilanjutkan sebesar 14,1 persen menjadi Rp1,3 triliun pada kuartal I-2026 didorong oleh pertumbuhan penjualan selama periode tersebut

Penjualan domestik Unilever tumbuh 3,5 persen dengan kenaikan volume dasar sebesar 2,1 persen, sehingga penjualan bersih perusahaan meningkat 2,8 persen menjadi Rp8,4 triliun pada kuartal I-2026.

Kemudian marjin kotor tercatat sebesar 48,2 persen, turun tipis 18 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, tanpa memperhitungkan biaya transformasi, marjin kotor tetap kuat di level 48,8 persen.

Di sisi lain, laba sebelum pajak dari operasi yang dilanjutkan meningkat signifikan sebesar 18,9 persen atau naik 167 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menyampaikan bahwa kinerja pada kuartal pertama semakin menguatkan keyakinan perusahaan berada di jalur pertumbuhan positif, didukung oleh fundamental yang membaik dan momentum yang semakin kuat.

"Hasil kuartal pertama 2026 kami menandai langkah penting untuk terus maju, mencerminkan momentum yang telah dibangun sepanjang tahun 2025. Di tengah kondisi eksternal yang masih menantang, langkah-langkah disiplin yang telah kami jalankan selama setahun terakhir mulai menunjukkan kemajuan pada kualitas pertumbuhan, kekuatan eksekusi di pasar, serta ketangguhan kinerja keuangan Perseroan," ungkap Benjie dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April.

Untuk menjaga pertumbuhan, UNVR menetapkan tiga fokus utama yaitu pertama, perusahaan memastikan inovasi yang dihadirkan tetap relevan dan menarik bagi konsumen melalui peningkatan keterjangkauan produk lewat kemasan bernilai ekonomis, perluasan aktivasi merek, serta penyesuaian strategi di setiap kanal penjualan guna meningkatkan efektivitas dan konversi.

Selain itu, inovasi berbasis format juga dikembangkan untuk membuka peluang penggunaan baru dan memperkuat daya saing di berbagai kategori.

Perusahaan juga memperkuat merek inti dengan pendekatan terintegrasi 6P (Product, Packaging, Proposition, Promotion, Place, dan Pricing), serta menjaga tingkat investasi agar mampu menciptakan permintaan secara efektif.

Adapun, transformasi portofolio pun terus diarahkan ke segmen dengan pertumbuhan lebih tinggi, dengan kontribusi yang meningkat dari 8,3 persen menjadi 10,0 persen pada kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini mencerminkan upaya disiplin Perseroan dalam melakukan penataan ulang portofolio guna memperkuat kualitas pertumbuhan serta meningkatkan daya saing bisnis secara keseluruhan.

Kedua, penguatan infrastruktur saluran penjualan dan keunggulan eksekusi menjadi pendorong utama kinerja.

Pertumbuhan penjualan domestik sebesar 3,5 persen ditopang oleh kinerja yang solid di kanal General Trade dan Modern Trade, serta kontribusi kuat dari segmen Health and Beauty dan Digital Commerce. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas eksekusi di lapangan serta keselarasan antara penciptaan permintaan dan ketersediaan produk.

Perusahaan juga mempercepat pengembangan kanal masa depan, khususnya Health and Beauty, melalui penguatan portofolio, kemitraan strategis, dan ekspansi kategori. Peluncuran produk TRESemmé Silk Press serta kerja sama dengan AS Watsons menjadi bagian dari strategi ini.

Di sisi lain, Digital Commerce terus menjadi prioritas dengan memanfaatkan momen dan tren yang relevan, meningkatkan visibilitas pencarian, serta memperkuat kolaborasi dengan komunitas afiliasi untuk memperluas jangkauan pasar.

Ketiga, perusahaan terus mendorong peningkatan marjin kotor melalui efisiensi di seluruh lini bisnis dan percepatan transformasi digital.

Adapun disiplin dalam pengelolaan biaya serta implementasi program transformasi membantu memperkuat ketahanan marjin. Seiring pemulihan volume penjualan, efek leverage operasional mulai memberikan dampak positif pada kinerja keuangan, meskipun masih ada tekanan dari kenaikan biaya bahan baku dan fluktuasi nilai tukar.

Langkah-langkah tersebut membentuk struktur biaya yang lebih efisien dan menjadi fondasi bagi pertumbuhan berkelanjutan.

Ke depan, ia menyampaikan perusahaan tetap berkomitmen untuk tumbuh melampaui pasar serta mengantisipasi berbagai tantangan eksternal.

“Meskipun kondisi pasar terus berubah, kami tetap memperkirakan adanya peningkatan margin yang moderat untuk tahun 2026 secara keseluruhan. Prioritas kami tetap sama: memperkuat fondasi bisnis, mewujudkan pertumbuhan yang konsisten, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” kata Benjie.