Mengenal Apa Itu Silent Call: Modus Penipuan Siber Terbaru

YOGYAKARTA – Apa itu silent call? Istilah ini merujuk pada panggilan telepon dari nomor tidak dikenal yang tidak mengeluarkan suara dan biasanya terputus dalam hitungan detik. Meski terlihat seperti panggilan iseng, fenomena ini sebenarnya patut diwaspadai karena sering dikaitkan dengan modus penipuan digital.

Belakangan ini, banyak pengguna melaporkan menerima panggilan misterius tanpa suara dari nomor asing. Panggilan tersebut umumnya hanya berlangsung beberapa detik sebelum terputus. Praktik ini bukan sekadar gangguan biasa, melainkan diduga menjadi bagian dari strategi kejahatan siber yang semakin berkembang.

Pelaku biasanya menggunakan silent call untuk mengecek apakah nomor yang mereka hubungi masih aktif. Jika nomor tersebut terbukti aktif, korban berpotensi menjadi target selanjutnya. Tidak jarang, pelaku juga memancing korban untuk melakukan panggilan balik.

Agar lebih waspadam yuk simak penjelasan tentang apa itu silent call dalam artikel di bawah ini.

Mengenal Apa Itu Silent Call

Dirangkum dari berbagai sumber, silent call atau panggilan hening adalah telepon misterius tanpa suara saat diangkat, atau terputus otomatis dalam beberapa detik, yang sering digunakan penipu untuk mengidentifikasi nomor aktif.

Dalam praktiknya, silent call termasuk bagian dari teknik social engineering dan spam yang menarketkan korban untuk kejahatan lanjutan seperti pencurian data atau penipuan berbasis AI (kecerdasan buatan).

Pelaku memanfaatkan psikologi korban agar penasaran dan akhirnya melakukan tindakan tertentu, seperti menelepon kembali nomor tersebut.

Jika korban melakukan call back, risiko kerugian bisa meningkat. Salah satu kemungkinan adalah tersambung ke nomor premium dengan tarif tinggi, sehingga pulsa atau tagihan telepon bisa membengkak tanpa disadari.

Terkait modus penipuan siber terbaru ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak merespons panggilan mencurigakan dari nomor yang tidak dikenal. Hal ini penting untuk mencegah potensi penipuan maupun pencurian data pribadi.

Risiko Silent Call yang Perlu Diwaspadai

Risiko dari silent call tidak bisa dianggap remeh. Selain potensi kerugian finansial, korban juga bisa menjadi target serangan lanjutan. Setelah nomor terverifikasi aktif, pelaku dapat melanjutkan aksinya dengan berbagai cara.

Beberapa di antaranya termasuk penipuan berkedok hadiah, pencurian kode OTP, hingga jebakan phishing. Dalam beberapa kasus, korban bahkan bisa terhubung ke layanan berbayar tanpa menyadarinya saat melakukan panggilan balik.

Laporan dari Badan Siber dan Sandi Negara juga menyebutkan bahwa modus ini kerap digunakan untuk memvalidasi nomor aktif sebelum melancarkan penipuan berikutnya.

Dalam melancarkan aksinya, pelaku biasanya memanfaatkan teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP). Teknologi ini memungkinkan panggilan dilakukan melalui internet, sehingga nomor telepon dapat dimanipulasi dengan mudah.

Akibatnya, nomor yang muncul di layar ponsel bisa berbeda-beda dan sulit dilacak. Hal inilah yang membuat silent call menjadi salah satu modus yang cukup berbahaya dan sulit diantisipasi.

Cara Menghindari Silent Call

Untuk menghindari risiko dari silent call, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti tidak mengangkat panggilan dari nomor tidak dikenal, tidak melakukan call back, serta memblokir nomor mencurigakan.

Selain itu, penting juga untuk tidak membagikan data pribadi secara sembarangan. Dengan meningkatkan kewaspadaan, Anda dapat meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan digital.

Demikian penjelasan tentang apa itu silent call. Dapatkan update berita menarik lainnya dengan mengunjungi laman VOI.id.