Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Baru Terhadap Individu hingga Pesawat Terkait Iran
JAKARTA - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru yang menyasar 14 individu, perusahaan dan pesawat yang berbasis di Iran, Turki serta Uni Emirat Arab (UEA) karena membantu pengadaan atau pengangkutan senjata atas nama rezim Iran, kata Departemen Keuangan pada Hari Selasa.
"Rezim Iran harus bertanggung jawab atas pemerasan pasar energi global dan penargetan warga sipil secara sembarangan dengan rudal dan drone," kata Menteri Keuangan Scott Bessent, melansir Al Arabiya (22/4).
"Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, sebagai bagian dari Economic Fury, Departemen Keuangan akan terus melacak aliran uang dan menargetkan kecerobohan rezim Iran dan mereka yang memungkinkannya," lanjutnya.
Departemen Keuangan mengatakan rezim Iran berupaya membangun kembali kapasitas produksinya setelah mengalami penurunan drastis selama perang AS-Israel di Iran.
Lebih jauh Departemen Keuangan juga mengatakan Iran semakin bergantung pada drone serang satu arah seri Shahed untuk menargetkan Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk infrastruktur energi di kawasan tersebut.
"Penetapan sanksi ini mendukung Operasi Economic Fury sebagai respons terhadap ancaman berkelanjutan rezim Iran terhadap keamanan global," kata Departemen Keuangan dalam pernyataannya.
Baca juga:
- Tentara Israel yang Merusak Patung Yesus Ditarik dari Medan Perang dan Ditahan
- Israel Tuduh Hizbullah Meluncurkan Roket di Lebanon Selatan dan Melanggar Gencatan Senjata
- Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Tanpa Batas Waktu, Tapi Lanjutkan Blokade
- Buka Sales Mission Japan 2026, Dubes Kartini: KBRI Tokyo akan Terus Mempromosikan Pariwisata Indonesia
Departemen Luar Negeri mengatakan, sanksi terhadap delapan individu dan empat entitas dikeluarkan karena pekerjaan mereka mendukung program UAV dan rudal balistik Iran serta Mahan Air yang telah ditetapkan oleh AS.
Dua pesawat Mahan Air juga dikenai sanksi karena sebelumnya mengangkut personel, senjata, peralatan, dan dana Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), kata Departemen Luar Negeri.