Rahasia Sarapan Sehat Orang Jepang, Bukan Roti atau Sereal
JAKARTA - Ketika membayangkan sarapan, banyak orang langsung terpikir roti, sereal, atau mungkin telur dan kopi. Namun di Jepang, kebiasaan sarapan punya pendekatan yang berbeda yakni lebih sederhana, alami, dan berfokus pada keseimbangan nutrisi.
Alih-alih roti, banyak orang Jepang memulai hari dengan kombinasi makanan tradisional seperti nasi, sup, dan lauk pendamping yang kaya gizi. Menariknya, pola makan ini bukan hanya soal tradisi, tapi juga dipercaya mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Menu sarapan paling umum di Jepang adalah nasi putih hangat dan sup miso. Kombinasi ini sudah menjadi bagian dari budaya makan sehari-hari.
“Ada pepatah, ‘Miso menjauhkan dokter'," ujar Kimono Mom MOE, food blogger Jepang, dikutip dari laman The Takeout.
Ia menambahkan sup miso mengandung triptofan yang membantu tubuh memproduksi melatonin, hormon yang berperan dalam kualitas tidur.
“Sup ini juga menghangatkan tubuh, meningkatkan metabolisme dengan vitamin B, dan bersama karbohidrat seperti nasi, memberikan energi bagi tubuh dan otak untuk menjalani hari," tutur Kimono.
Sup miso sendiri biasanya dibuat dari pasta miso yang dicampur kaldu, lalu ditambahkan berbagai bahan seperti tahu, sayuran, atau bahkan sisa makanan.
Sarapan Jepang tidak hanya mengandalkan nasi dan sup. Untuk memenuhi kebutuhan protein, biasanya ditambahkan lauk seperti ikan panggang terutama salmon, tamagoyaki (telur gulung manis), dan natto (kedelai fermentasi).
“Dalam sarapan tradisional, nasi dan sup selalu ada, tetapi untuk menambah protein, hidangan seperti ikan panggang, tamagoyaki, dan natto juga menjadi standar," ucap Kimono.
Natto sendiri dikenal sangat bergizi, meskipun aromanya cukup kuat dan teksturnya berlendir, sehingga tidak semua orang langsung menyukainya.
Bagi yang ingin sarapan lebih lengkap, ada konsep tradisional yang disebut ichiju sansai yang berarti “satu sup tiga hidangan”.
Menu ini biasanya terdiri dari sup miso, ikan sebagai lauk utama, dua jenis sayuran (misalnya bayam, terong, atau salad mentimun), dan tambahan seperti acar dan rumput laut. Konsep ini menekankan keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan serat dalam satu waktu makan.
Baca juga:
Meski tradisional, bukan berarti orang Jepang selalu makan seperti itu setiap pagi. Ada juga pilihan yang lebih praktis seperti roti dengan selai kacang merah (ogura toast), kopi atau teh, dan makanan cepat saji seperti burger sarapan. Namun, prinsip utama tetap sama yakni menjaga keseimbangan dan kesederhanaan.
“Yang paling penting adalah menjaga agar tetap sehat, seimbang, dan mudah dilakukan tanpa stres.” imbuh Kimono.