Jerman Siap Pasok Ratusan Rudal Patriot ke Ukraina Selama 4 Tahun
JAKARTA - Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menyatakan negaranya berkomitmen memasok ratusan rudal Patriot ke Ukraina secara bertahap dalam empat tahun ke depan.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari paket kerja sama pertahanan baru antara Jerman dan Ukraina yang diteken pada Selasa lalu.
Kementerian Pertahanan Ukraina menyebut Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov dan Boris Pistorius menandatangani tiga perjanjian terkait pasokan senjata dan pembiayaan produksi dengan nilai total 4 miliar euro atau sekitar Rp80,9 triliun.
Dari total nilai tersebut, Jerman secara khusus akan membiayai kontrak sebesar 3,2 miliar euro untuk pengadaan beberapa ratus rudal bagi sistem pertahanan udara Patriot.
Selain itu, Berlin juga menanggung pengiriman 36 sistem pertahanan udara IRIS-T ke Ukraina.
“Memperkuat pertahanan udara Ukraina tetap menjadi prioritas utama Jerman,” kata Pistorius dalam konferensi pers yang berlangsung kemarin, dikutip dari Sputnik, Kamis, 16 April.
Ia menegaskan, sistem pertahanan udara menjadi komponen paling penting dalam paket bantuan terbaru yang telah disepakati kedua negara.
“Oleh karena itu, pertahanan udara merupakan komponen kunci dari paket dukungan yang telah kami sepakati kemarin. Ini termasuk ratusan rudal berpemandu Patriot. Rudal-rudal tersebut akan dikirim secara bertahap selama empat tahun ke depan,” ujarnya.
Langkah Jerman ini datang di tengah meningkatnya kebutuhan Ukraina terhadap sistem pertahanan udara jarak jauh.
Baca juga:
- 16 Mahasiswa FH UI Dinonaktifkan, Dilarang Kuliah hingga Masuk Kampus
- Kasus Pelecehan Terungkap, Ketua BPM FH UI Mundur dan Pengurus Dibekukan
- Kasus DBD di Jakarta Naik Awal 2026, DPRD Soroti Kinerja dan Kesiapsiagaan Jumantik
- Sekjen Kemenaker Cris Kuntadi Diperiksa KPK Hari Ini Terkait Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Pada Rabu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut Kyiv tengah menghadapi kekurangan rudal Patriot paling parah sejak awal konflik dengan Rusia, situasi yang diperburuk oleh eskalasi geopolitik terbaru di Timur Tengah.
Bantuan dari Jerman dinilai krusial untuk menjaga kemampuan Ukraina dalam menangkal serangan udara dan rudal, terutama terhadap infrastruktur vital dan kawasan perkotaan.