Viktor Axelsen Memutuskan Pensiun

JAKARTA – Pebulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, resmi memutuskan pensiun dari dunia bulu tangkis profesional pada usia 32 tahun dengan alasan keterbatasan fisik selepas operasi punggung pada April 2025.

Peraih dua medali emas Olimpiade tersebut mengatakan dalam sebuah unggahan di Instagram bahwa ia sudah tidak mampu lagi berlatih di level tertinggi karena masalah punggung yang tidak kunjung membaik.

"Menerima situasi ini sangatlah sulit, tetapi kini saya telah sampai pada titik di mana tubuh saya tidak mengizinkan untuk melanjutkan," tulis dia.

Axelsen pensiun sebagai salah satu pemain tunggal putra paling berprestasi dalam sejarah bulu tangkis. Ia berhasil meraih medali emas Olimpiade 2020 di Tokyo dan Olimpiade 2024 di Paris serta medali perunggu Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

Selain itu, ia juga menjuarai Kejuaraan Dunia pada 2017 dan 2022 dan menduduki peringkat pertama dunia selama lebih dari 100 pekan berturut-turut, sebuah catatan yang hanya kalah dari total durasi milik Lee Chong Wei.

Konsistensinya juga terlihat di turnamen penutup musim BWF World Tour Finals. Di ajang itu, ia meraih tiga gelar beruntun pada 2021 hingga 2023. Secara keseluruhan ia mengoleksi lima gelar turnamen penutup musim serta 10 gelar Super 1000.

"Sejak pertama kali memegang raket, saya tahu impian saya ialah menjadi yang terbaik di dunia. Saya telah memberikan segalanya untuk olahraga ini. Ini bukan sekadar karier bagi saya melainkan hidup saya. Saya telah melakukan segala cara," tulisnya menambahkan.

Pemain dengan postur tubuh yang mencapai 1,94 meter tersebut mengubah standar fisik tunggal putra dengan memadukan kekuatan, jangkauan, dan kontrol taktik untuk mendominasi lintas era, termasuk menantang dominasi pemain seperti Lin Dan dan Lee Chong Wei.

Di luar lapangan, pengaruh Axelsen juga terasa secara global. Ia mempelajari bahasa Mandarin untuk lebih dekat dengan penggemar di Asia dan pindah ke Dubai setelah meraih emas Olimpiade pertamanya.

Di sana, ia membangun pusat latihan mandiri yang turut membantu perkembangan pemain, seperti Lakshya Sen, Brian Yang, dan Loh Kean Yew.

"Saya telah mencapai semua yang dulu saya impikan, bahkan lebih. Ini yang membuat perpisahan ini terasa paling berat bukanlah kompetisinya melainkan segala hal di sekitarnya, yaitu perjalanan, rutinitas harian, dan orang-orangnya," kata dia.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para penggemar yang selama ini selalu setia memberikan dukungan luar biasa.

"Kata-kata tidak cukup untuk menggambarkan betapa berterima kasihnya saya kepada kalian semua. Dukungan kalian dari seluruh dunia sangat berarti bagi saya," tulisnya.

Axelsen juga memastikan bahwa hubungannya dengan bulu tangkis belum sepenuhnya berakhir meskipun berhenti dari panggung profesional.

"Ini memang perpisahan untuk Viktor Axelsen sebagai pemain bulu tangkis, tetapi bukan perpisahan saya dengan olahraga ini selamanya. Saya telah memberikan segalanya untuk bulu tangkis. Bulu tangkis telah memberikan segalanya kembali kepada saya," tutupnya.