JAKARTA – Pertarungan antara Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather yang rencananya digelar sebagai pertarungan profesional belakangan semakin kacau menyusul pernyataan yang dikeluarkan oleh Mayweather baru-baru ini.
Kedua petarung itu dijadwalkan bentrok di The Sphere, Las Vegas, Amerika Serikat, pada 19 September 2026. Sejauh ini agenda tersebut belum berubah, tetapi klaim Mayweather yang menyebut laga itu sebagai ekshibisi membuat rencana duel ini terancam.
"Kami belum tahu lokasi pertarungannya. The Sphere adalah salah satu tempat yang dibicarakan. Jadi, kami belum tahu apakah 100 persen akan digelar di sana dan ini sebenarnya bukan sebuah pertarungan, melainkan sebuah ekshibisi," ujar Mayweather dikutip dari Channel News Asia (CNA).
BACA JUGA:
Pacquiao sebelumnya bersikeras tidak akan berduel kalau pertarungan ulang mereka cuma digelar sebagai ekshibisi. Jadi, ia pun langsung menyatakan keberatan setelah mendengar pernyataan yang dikeluarkan oleh rivalnya itu.
Juara dunia di delapan divisi tersebut mengaku bahwa ia langsung menghubungi timnya untuk memastikan pernyataan yang dikeluarkan Mayweather.
"Yang kami sepakati ialah pertarungan sungguhan, bukan ekshibisi. Saya tidak tahu dari mana dia mendapatkan ide ini atau apa yang ada di pikirannya, tetapi pertarungan ini ialah pertarungan sungguhan dan sama sekali bukan ekshibisi," ujar Pacquiao.
Ia lebih lanjut menegaskan bahwa dokumen yang telah disepakati sudah secara jelas menyebutkan pertarungan mereka sebagai laga profesional dan bukan sekadar hiburan semata.
"Apa yang kami tanda tangani ialah pertarungan sungguhan, bukan ekshibisi. Saya tidak tahu dari mana dia mendapatkan ide itu, tetapi ini ialah pertarungan nyata dan dipastikan bukan ekshibisi," katanya.
CEO Manny Pacquiao Promotions, Jas Mathur, menyebut pernyataan Mayweather terkait status ekshibisi sebagai pelanggaran terhadap kontrak. Meski demikian, ia memastikan komunikasi antara kedua kubu masih berlangsung.
"Kami 100 persen yakin bahwa hasil akhir dari situasi ini akan positif. Kami mengalami kemajuan. Floyd harus memenuhi kewajibannya. Saya pikir dia juga ingin pertarungan ini terjadi," ujar Mathur.
Mayweather dan Pacquiao pertama kali bertarung pada 2015 setelah bertahun-tahun dipersiapkan. Pertarungan itu meraih lebih dari 4,5 juta pembelian pay-per-view dan Mayweather menang melalui keputusan bulat.
Walaupun saat ini keduanya sudah gaek--Pacquiao (48 tahun) dan Mayweather (47 tahun)--bentrok mereka berpotensi mencatat sejarah sebagai petinju profesional pertama yang bertarung di arena The Sphere.
Pacquiao diketahui telah kembali dari masa pensiun sejak tahun lalu dengan menjalani duel perebutan gelar kelas welter WBC melawan Mario Barrios yang berakhir imbang.
Sementara itu, Mayweather belum tampil lagi dalam pertarungan kompetitif sejak mengalahkan Conor McGregor pada 2017. Petarung asal Amerika Serikat itu pensiun dengan rekor menang-kalah sempurna 50-0.