Plastik Kemasan Mahal, Bos Bulog Jamin Tak Ada Kenaikan Harga Beras
JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan tidak ada kenaikan harga beras meskipun ada peningkatan biaya produksi imbas mahalnya plastik kemasan.
Sekadar informasi, harga plastik kemasan di Indonesia mengalami kenaikan imbas mahalnya harga biji plastik global di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden saat rapat di istana kemarin memang sudah diputuskan tidak ada kenaikan harga pangan termasuk harga beras,” katanya dalam konferensi pers, di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Senin, 13 April.
Meski begitu, Rizal mengakui kenaikan harga plastik menjadi salah satu isu di seluruh industri termasuk beras. Karena itu, dia mengaku telah meminta kepada Kementerian Perindustrian untuk diberikan keringanan harga bahan baku.
Lebih lanjut, Rizal mengatakan langkah tersebut ditempuh agar kenaikan biaya tidak diteruskan ke harga jual di tingkat konsumen.
“Kita juga sudah rapat direksi, HPS-nya (Harga Perkiraan Sendiri) disesuaikan dengan kondisi sekarang, namun dengan harga yang betul-betul ditekan supaya cost tidak terlalu tinggi,” ucap Rizal.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga mengungkapkan capaian penyerapan harga gabah yang terus meningkat. Hingga 13 April 2026, realisasi penyerapan mencapai 48 persen atau sekitar 1,9 juta setara beras dari target tahun ini. Sementara, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,727 juta ton.
Baca juga:
Rizal bilang capaian tersebut ditopang kondisi panen yang masih berlangsung di sejumlah daerah. Kata dia, Bulog akan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat cadangan beras nasional.
“Prediksi kami dalam waktu dekat, seminggu ke depan atau bahkan 10 hari ke depan tembus mencapai 5 juta ton stok beras Bulog yang ada di gudang Bulog,” katanya.