Fadli Zon Prediksi Prabowo-Sandi Menang Telak dalam Memori Hari Ini, 13 April 2019

JAKARTA – Memori hari ini, tujuh tahun yang lalu, 13 April 2019, politisi dari Partai Gerindra, Fadli Zon memprediksi jagoannya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang telak dalam Pilpres 2019. Prediksi itu diungkap Fadli karena Prabowo-Sandi mendapat restu rakyat dan didukung banyak ulama kondang.

Sebelumnya, Pilpres 2019 dianggap sebagai ajang pembuktikan bagi Prabowo Subianto. Narasi itu karena Prabowo pernah kalah dari Jokowi dalam gelaran Pilpres 2014. Prabowo yang memilih jadi oposisi tak ingin kembali kalah.

Pertemuan kembali Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 dinantikan banyak pihak. Keduanya dipandang bak musuh bebuyutan sedari Pilpres 2014. Prabowo yang kalah kemudian memilih jadi oposisi.

Narasi itu membuat segala macam kebijakan Jokowi yang tak pro rakyat kena kritik. Andil Prabowo sebagai oposisi yang berisik mendapatkan dukungan luas. Prabowo dianggap corong rakyat dalam kritik pemerintah.

Kritik dari Prabowo kian deras kala memasuki kontestasi politik Pilpres 2019. Prabowo yang kemudian maju menggandeng Sandiaga Uno tak henti-hentinya kritik kubu Jokowi. Prabowo pun sampai mengungkap pemerintahan Jokowi penuh mudarat.

Pajangan nama kandidat Presiden RI dan anggota DPR dalam Pemilu 2019. (Wikipedia)

Suatu hal yang kemudian diramal membawa Indonesia bubar pada 2030. Kubu Jokowi tak diam saja. Mereka terus menepis anggapan dan memberikan pemahaman terkait kemajuan Indonesia di era Jokowi. Namun, Prabowo tak tinggal diam.

Kubunya terus mengungkap semua masalah Jokowi. Utamanya urusan Jokowi yang kerap absen dalam forum internasional. Ambil contoh dalam tiap kali gelaran Sidang Umum PBB. Jokowi kerap meminta wakilnya, Jusuf Kalla untuk mewakilinya berbicara di forum internasional.

"Prabowo komitmen untuk hadir ketika (nanti) diminta speech di Sidang Umum PBB. Acara itu penting (untuk) kepala negara berikan pidato langsung di sidang PBB karena itu jadi cerminan sikap dari satu negara secara ofisial.”

“Pak Prabowo akan beda dengan Jokowi yang tidak pernah hadir dalam sidang umum PBB, bahkan tidak pernah. Prabowo akan pastikan di sidang umum PBB akan sampaikan pesan dan sikap PBB terkait masalah internasional, beliau akan sampaikan speech langsung,”ujar Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak sebagamana dikutip lamandetik.com, 30 Maret 2019.

Kubu Prabowo pun meyakini bahwa masalah demi masalah pemerintahan Jokowi membuat elektabilitas Jokowi menurun. Fadli Zon bahkan memprediksi Prabowo-Sandi menang telak dalam Pilpres 2019 pada 13 April 2019.

Fadli mencoba menyampingkan segala macam jejak pendapat yang ada. Ia menganggap jejak pendapat bukan penentu sekalipun banyak yang mengungkap Jokowi akan unggul. Ia mengambil contoh Pilpres AS 2016. Semua jejak pendapat mengarah ke Hillary Clinton, tapi yang menang justru Donald Trump.

Fadli melihat hal yang sama terjadi di Indonesia. Prabowo akan muncul sebagai pemenang. Apalagi, Prabowo telah didukung penuh oleh ulama kesohor seperti Ustaz Abdul Somad hingga Ustaz Adi Hidayat. Walau kemudian prediksi tersebut meleset dan Prabowo kalah.

"Saya kira saudara-saudara nanti akan lihat Pak Prabowo yang akan menang telak. "Di Amerika saja, 85 persen kemungkinan Hillary Clinton akan menang, itu satu hari sebelumnya (pemilu), tapi apa yang terjadi, Donald Trump menang. "Saya kira (dukungan) ini energi yang sangat besar dan meyakinkan, Insya Allah Prabowo-Sandi akan menang," ujar Fadli Zon sebagaimana dikutip laman kompas.com, 13 April 2019.