Zelensky Klaim Ukraina Pantas Masuk Uni Eropa Jika AS Keluar NATO

JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendorong Inggris bergabung kembali dengan Uni Eropa (UE) jika AS keluar NATO.

"Jika Amerika Serikat benar-benar berpikir untuk menarik diri dari NATO, maka keamanan Eropa akan sepenuhnya bergantung pada Uni Eropa," kata Zelensky dikutip dari Dailymail, Minggu 12 April.

Menurutnya, untuk memperkuat pertahanan Eropa terhadap Rusia, Inggris harus mengatur ulang ikatannya dengan Uni Eropa.

Zelensky menambahkan, Uni Eropa membutuhkan banyak negara di benua yang sama untuk terlibat dalam organisasinya.

Ia pun mengklaim ada empat negara, termasuk Ukraina, yang pantas masuk Uni Eropa untuk memperkuat posisi tawarnya terhadap dunia. Bahkan, lanjut Zelensky, bisa menandingi kekuatan musuhnya, Rusia.

"Tetapi bukan dalam bentuknya saat ini. Saya pikir Uni Eropa berada dalam situasi di mana ia membutuhkan lebih banyak negara. Inggris, Ukraina, Turki, dan Norwegia," katanya.

"Itu adalah empat negara kuat, yang merupakan bagian dari Eropa. Bersama-sama, Inggris, Ukraina, dan Turki memiliki angkatan bersenjata yang lebih kuat daripada angkatan bersenjata Rusia. Tanpa Ukraina dan Turki, Eropa tidak dapat menandingi Rusia," sambung Zelensky.

Pemimpin negara yang sudah empat tahun berperang melawan Rusia itu mengklaim, prioritas Uni Eropa sebenarnya stabilitas keamanan sehingga mendatangkan pertumbuhan ekonomi.

"Dengan keempat negara ini bergabung, Anda dapat merebut kendali atas laut, memiliki wilayah udara yang aman, dan pasukan darat terbesar. Keamanan diutamakan, ekonomi kedua. Bukan sebaliknya," ujarnya.