Kementerian PU Siapkan 206 Paket Senilai Rp1,27 Triliun untuk Proyek Infrastruktur Bali 2026
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,27 triliun guna mempercantik infrastruktur di Provinsi Bali pada tahun anggaran (TA) 2026.
Sedikitnya ada 206 paket yang akan dikerjakan menggunakan anggaran tersebut.
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti mengatakan, ratusan proyek tersebut dirancang untuk memperkuat konektivitas, perlindungan wilayah hingga pemenuhan pelayanan dasar di Pulau Dewata.
"Pada tahun anggaran 2026, Kementerian PU mengalokasikan 206 paket pekerjaan infrastruktur di Bali dengan total pagu sebesar Rp1,27 triliun," ujar Diana dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 9 April.
Secara terperinci, Diana menjelaskan, porsi terbesar anggaran dialokasikan untuk sektor sumber daya air.
Hal itu krusial mengingat tantangan lingkungan dan kebutuhan irigasi serta air baku di Bali yang terus meningkat.
• Sektor Sumber Daya Air: 139 paket pekerjaan senilai Rp720,2 miliar;
• Ditjen Bina Marga: 62 paket pekerjaan senilai Rp269 miliar;
• Ditjen Pembiayaan Infrastruktur: tiga paket pekerjaan senilai Rp230,9 miliar; dan
• Ditjen Cipta Karya: dua paket pekerjaan senilai Rp51,5 miliar.
Diana menjelaskan, pembangunan di Bali pada 2026 tidak dilakukan secara acak, tetapi menggunakan strategi tiga lapis terintegrasi.
"Penguatan infrastruktur difokuskan pada perlindungan kawasan pesisir, pengendalian banjir, peningkatan konektivitas serta pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan," katanya.
Mantan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR itu menekankan, Bali memegang peran ganda sangat vital.
Selain sebagai wajah pariwisata nasional, Bali merupakan simpul mobilitas dan ruang hidup masyarakat yang kerap menghadapi tekanan lingkungan hebat.
Baca juga:
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta agar Kementerian PU berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas guna mendukung percepatan program infrastruktur di Provinsi Bali.
"Kami harap, Kementerian PU dapat mengakomodir usulan dari Pemprov Bali secara bertahap mulai dari tahun ini karena dukungan infrastruktur memadai sangat penting untuk keberlangsungan sektor pariwisata di Bali sebagai wajah pariwisata nasional," imbuhnya.