JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis, 9 April 2026 diperkirakan bergerak melemah terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 8 April, Kurs rupiah spot di tutup menguat 0,55 persen ke level Rp17.012 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), ditutup naik 0,48 persen ke level harga Rp17.009 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah secara terbatas.
Ia menambahkan tekanan ini berasal dari penguatan kembali dolar AS, meskipun masih mendapat dukungan dari sentimen risk-on di pasar.
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas tertekan oleh rebound pada dolar AS namun didukung oleh sentimen risk on," ujarnya kepada VOI, Kamis 9 April.
BACA JUGA:
Selain itu, ia menambahkan pelaku pasar mulai meragukan keberlanjutan gencatan senjata setelah Iran menuding Amerika Serikat melanggar kesepakatan, dengan menyinggung serangan Israel terhadap Lebanon.
"Pasar mulai meragukan apabila gencatan senjata dapat bertahan, merespon tuduhan Iran bahwa AS telah melanggar kesepakatan, dengan menyinggung serangan Israel terhadap Lebanon," ucapnya.
Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada Kamis, 9 April 2026 akan berada dikisaran Rp16.950-Rp17.100 per dolar AS.