Rusia dan Ukraina Lakukan Pertukaran Jenazah Tentara yang Tewas

JAKARTA - Moskow pada Hari Kamis menyerahkan jenazah 1.000 tentara ke Ukraina, kata sumber dalam delegasi negosiasi Rusia kepada wartawan, sementara Kyiv mengembalikan jenazah 41 tentara Rusia yang tewas.

Kantor berita video milik negara Rusia, Ruptly, mengunggah rekaman pria berseragam putih dan sarung tangan biru mengangkat kantong jenazah putih dari belakang truk dan membawanya ke kendaraan kedua.

Video tersebut juga menunjukkan pengamat dengan tanda Palang Merah yang tertera di seragam mereka.

Markas Besar Koordinasi Ukraina untuk Penanganan Tawanan Perang mengonfirmasi di media sosial, jenazah "1.000 orang yang meninggal telah dikembalikan ke Ukraina."

"Menurut pihak Rusia, jenazah yang dikembalikan adalah milik anggota militer Ukraina," katanya, melansir Al Arabiya dari AFP (9/4).

Diketahui, kedua pihak secara rutin bertukar jenazah tentara yang tewas dalam pertempuran, salah satu dari sedikit bidang kerja sama selama perang empat tahun yang dilancarkan oleh serangan skala penuh Rusia yang telah menewaskan ratusan ribu tentara.

Kyiv di masa lalu menuduh Moskow menyerahkan jenazah tentara Rusia yang tewas di antara jenazah yang diklaim sebagai tentara Ukraina.

"Setelah jenazah diidentifikasi, jenazah akan diserahkan kepada keluarga mereka untuk dimakamkan secara layak," kata Markas Koordinasi.

Bulan lalu, Palang Merah mengatakan pihaknya memfasilitasi pertukaran sekitar 1.000 jenazah setiap bulan dan sementara "ribuan" jenazah lainnya masih belum teridentifikasi.

Diketahui, serangan Rusia terhadap Ukraina pada Februari 2022 memicu perang paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II, memaksa jutaan orang mengungsi dan menewaskan warga sipil di kedua belah pihak.