Pramono Harap Jalur KRL Rawajati–Tanjung Priok Aktif Tahun Ini, Lewat Kota Tua hingga JIS
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pengaktifan kembali jalur KRL dari Rawajati menuju Tanjung Priok bisa terealisasi pada tahun ini. Jalur tersebut merupakan lintasan lama yang akan diubah menjadi berbasis listrik.
Rencana ini disebut sudah dibahas bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia dan mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Pramono menjelaskan jalur yang akan diaktifkan bukan pembangunan baru, melainkan optimalisasi rel eksisting yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Nantinya, jalur tersebut akan melintasi kawasan Kota Tua hingga Tanjung Priok, termasuk terhubung dengan kawasan Jakarta International Stadium (JIS).
"Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa selesai, kurang lebih lintasan lama tapi dibuat listrik, (jadi) yang dulu tidak pernah termanfaatkan (dari Rawajati) lewat Kota Tua, kemudian ke Tanjung Priok dan sebagainya, lewat JIS dan sebagainya," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 9 April.
Pada tahap awal, panjang lintasan diperkirakan sekitar 16 kilometer. Sementara pada tahap berikutnya akan diperluas hingga sekitar 28 kilometer.
"Ini bukan pembangunan baru, tetapi pemanfaatan dari kereta yang non-listrik menjadi listrik. Dan itu akan secara signifikan merubah tentang transportasi di (wilayah) utara," jelasnya.
Baca juga:
Pemprov DKI juga mulai menyiapkan konsep pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), khususnya di wilayah Kota Tua. Integrasi moda transportasi menjadi fokus agar mobilitas warga semakin mudah.
"Dari sekarang, TOD untuk Kota Tua sudah kami persiapkan, termasuk di dalamnya adalah kemudahan untuk transportasi. Maka nanti akan ada selain MRT, KRL yang pakai listrik," ungkap Peamono.
Selain jalur utama tersebut, Pramono menyebut Stasiun KRL Commuter Line yang terhubung langsung ke JIS juga ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Kehadiran jalur ini diharapkan mempermudah akses masyarakat, terutama saat ada kegiatan besar di stadion.
"Sehingga dengan demikian, bulan Juni menjadi kado ulang tahun untuk Jakarta, orang yang akan menonton ke JIS akan menjadi jauh lebih mudah," imbuhnya.