Kementerian Kebudayaan Buka Kolaborasi Film Pahlawan dan Kongres Perempuan dengan Keana Production

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon membuka peluang kolaborasi dengan Keana Production untuk menggarap sejumlah program kebudayaan, mulai dari film pahlawan, kongres perempuan, hingga festival anak. Pertemuan keduanya digelar di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 April.

Dalam diskusi itu, Fadli menyambut rencana Keana Production yang ingin masuk ke proyek-proyek bertema sejarah, perempuan, dan anak. Menurut Menbud, agenda semacam ini bisa disinergikan dengan program yang sudah disiapkan Kementerian Kebudayaan.

“Rencana produksi film pahlawan, kongres perempuan, dan festival anak tentu bisa kita kolaborasikan bersama,” kata Fadli. Ia menyebut program itu bisa dikaitkan dengan Manajemen Talenta Indonesia untuk pembuatan film, serta program Kita Cinta Lagu Anak untuk festival anak.

Fadli juga menyoroti rencana Kongres Perempuan yang dinilai sejalan dengan aktivasi Museum Mataram di Yogyakarta. Pendopo Ndalem Joyodipuran, yang dikenal sebagai lokasi Kongres Perempuan Indonesia I, disebut akan dihidupkan kembali sebagai bagian dari museum tersebut.

Menurut Fadli, tempat itu nantinya tidak hanya memuat jejak Kongres Perempuan I, tetapi juga Rapat Jong Java dan artefak Kerajaan Mataram. Dengan begitu, agenda kongres tidak berhenti sebagai acara, tetapi terhubung langsung dengan ruang sejarahnya.

Selain program, Fadli juga menawarkan jalur pendanaan. Ia mendorong Keana Production dan komunitas budaya lain memanfaatkan Dana Indonesia Raya. Menurut Menbud, akses pembiayaan untuk pegiat budaya tetap harus dibuka meski situasi geopolitik dan ekonomi dunia sedang tidak menentu.

Dari pihak Keana Production, Marcella Zalianty menyambut baik peluang kerja sama ini. Ia berharap program yang disiapkan tidak hanya menjadi kegiatan kebudayaan, tetapi juga ruang edukasi, sosialisasi, dan literasi bagi masyarakat.