JAKARTA - Kementerian Kebudayaan RI mulai mengarahkan kerja sama budaya dengan Uzbekistan ke jalur yang lebih konkret. Selain menyoroti revitalisasi kompleks makam dan Masjid Imam Bukhari di Samarkand, Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga mendorong kolaborasi film sejarah dan penguatan wisata ziarah antara dua negara.
Hal itu dibahas Fadli saat berdialog dengan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov dan Gubernur Samarkand Adiz Boboev di kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Senin, 6 April.
Menbud Fadli menilai kompleks makam Imam Bukhari bukan hanya situs sejarah penting, tetapi juga bagian dari jejak hubungan Indonesia dan Uzbekistan. Ia mengapresiasi langkah pemerintah Uzbekistan yang telah merevitalisasi kawasan tersebut.
“Makam Imam Bukhari di Samarkand adalah salah satu pusat ziarah, sejarah, budaya dan representasi hubungan bilateral antara Indonesia dengan Uzbekistan. Kini, makam Imam Bukhari sudah direvitalisasi dan direnovasi berkat pemerintah Uzbekistan. Dan tentu bukan hanya Imam Bukhari saja, karena berdasarkan catatan sejarah, ada banyak ulama dari Samarkand yang datang ke Indonesia, misalnya Maulana Malik Ibrahim,” kata Fadli Zon.
BACA JUGA:
Ia juga mendorong co-production film sejarah dan budaya Indonesia-Uzbekistan. Menurut Menbud, film bisa menjadi alat diplomasi yang efektif, terlebih industri film Indonesia sedang tumbuh cepat.
“Kami sangat mendukung kolaborasi, terutama di bidang film sejarah dan budaya antara kedua negara. Sekarang film Indonesia sedang berkembang pesat, penonton film Indonesia sudah ada di angka 87 juta, dan market share mencapai 67 persen, sehingga film dapat menjadi salah satu unsur penting dalam diplomasi budaya Indonesia dan Uzbekistan,” ujarnya.
Selain film, Menbud Fadli menyiapkan penguatan kerja sama lewat program residensi seniman, mahasiswa, dan peneliti budaya, serta festival budaya, musik religi, dan wisata sejarah.
Gubernur Samarkand Adiz Boboev menyambut positif arah kerja sama itu. “Saya mengapresiasi dukungan Indonesia atas program-program budaya yang telah kita laksanakan. Kerja sama antara Uzbekistan dan Indonesia masih terus berlangsung, dan kami juga berkomitmen untuk terus menjalin hubungan dan diplomasi budaya antara kedua negara,” kata Gubernur Samarkand.
Di akhir pertemuan, Fadli juga membuka peluang kerja sama wisata sejarah ke situs ulama lain di Uzbekistan, seperti Imam Tirmidzi dan kompleks Bahauddin Naqshbandi, yang dinilai berpotensi menarik minat peziarah asal Indonesia.