PM Australia Peringatkan Guncangan Ekonomi Berbulan-bulan Mendatang
JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese memperingatkan potensi guncangan ekonomi selama berbulan-bulan dampak perang AS-Israel terhadap Iran.
“Bulan-bulan mendatang mungkin tidak mudah. Saya ingin jujur tentang hal itu. Tidak ada pemerintah yang dapat menjanjikan untuk menghilangkan tekanan yang disebabkan oleh perang ini,” kata Albanese dalam pidatonya kepada masyarakat Australia lewat akun X-nya pada Rabu 1 April.
Konflik AS-Israel vs Iran telah memasuki hari ke-32 dengan eskalasi serangan belum juga mereda.
Pada Selasa 31 Maret, AS-Israel menyerang sejumlah fasilitas, termasuk salah satu pabrik farmasi terbesar Iran yang memproduksi alat kesehatan, obat kanker dan anestesia.
AS dilaporkan juga dalam rencana melakukan operasi darat dan menambah 10.000 pasukan lagi masuk ke wilayah Teluk atau Timur Tengah. Dengan demikian, total tentara AS akan mencapai 50.000 lebih di berbagai pangkalan militer AS seperti di Bahrain, Arab Saudi, Irak, dan UEA.
Sementara Iran, membantah adanya negosiasi formal dari AS yang terus menggempur wilayahnya. Menlu Iran Abbas Araghchi mengatakan tingkat kepecayaan Iran terhadap AS berada di tingkatan "nol".
Itu karena saat negosiasi antara Iran-AS berlangsung, AS berulang kali menarik diri dan tiba-tiba menyerang Iran.
Baca juga:
- Iran Bersiap Pungut Tarif Tol Selat Hormuz, Malaysia Akui Kapalnya Bebas Bayar
- Iran Tantang Israel-AS Jika Ingin Rasakan Tekanan Dunia Harga Minyak Tembus USD200 per Barel
- Trump Anggap Meroketnya Harga Minyak Dampak AS-Israel Serang Iran Bukan Masalah
- Harga BBM di SPBU AS Meroket Imbas Perang, Diperkirakan Rp17.252 per Liter Hari Ini