Menbud Fadli Zon Siapkan Dalem Jayadipuran jadi Museum Mataram, Soroti Jejak Jong Java hingga Kongres Perempuan

YOGYAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyiapkan Dalem Jayadipuran di Yogyakarta untuk dikembangkan menjadi Museum Mataram sekaligus ruang budaya dan ruang edukasi bagi publik.

Saat meninjau bangunan cagar budaya itu pada Sabtu, 28 Maret, Fadli menegaskan Dalem Jayadipuran bukan bangunan biasa. Gedung yang dibangun pada 1847 itu menyimpan jejak penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari aktivitas Jong Java hingga Kongres Perempuan Pertama.

“Gedung ini adalah cagar budaya penting yang menjadi saksi berbagai peristiwa sejarah. Karena itu, kita ingin menjadikannya sebagai museum yang dapat merekam dan menampilkan perjalanan tersebut kepada publik,” kata Fadli Zon.

Dalem Jayadipuran kini berada di bawah pengelolaan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta. Menurut Menbud, nilai sejarah dan arsitektur gedung itu harus dibuka kembali ke publik lewat pemanfaatan yang lebih aktif dan terarah.

Di tempat itu pernah berlangsung aktivitas Jong Java yang ikut menumbuhkan kesadaran berorganisasi di kalangan pemuda, sebelum mengerucut pada Sumpah Pemuda 1928. Gedung ini juga pernah menjadi lokasi Kongres Perempuan Pertama yang kemudian diperingati sebagai Hari Ibu setiap 22 Desember. Selain itu, Dalem Jayadipuran lama menjadi ruang berbagai kegiatan keilmuan dan kebudayaan.

Pemerintah kini menyiapkan konsep pengembangan Dalem Jayadipuran sebagai Museum Mataram. Langkah itu diarahkan untuk mengisi kekosongan narasi besar tentang peradaban Mataram dalam ekosistem museum nasional.

“Kita sedang menggodok gagasan agar tempat ini bisa menjadi Museum Mataram, sekaligus ruang publik, ruang budaya, dan ruang edukasi yang bisa diakses masyarakat luas,” ujar Menbud Fadli.

Dalam kunjungan itu, Menbud didampingi Staf Khusus Menteri bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Manggar Sari Ayuati.

Fadli mengatakan pengembangan Dalem Jayadipuran akan dilakukan bertahap, termasuk lewat penguatan kurasi koleksi dan penyusunan narasi sejarah.