Insentif Lebaran Jadi Strategi Pemerintah Dongkrak Ekonomi
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan berbagai program pemerintah, seperti pemberian diskon, kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA), serta bantuan sosial, menjadi strategi untuk mendorong aktivitas ekonomi nasional selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
Hal tersebut disampaikan Airlangga saat menggelar open house Idulfitri di kediamannya di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Sabtu 22 Maret.
“Kita berpuasa 30 hari dan makna kemenangan ini juga berkaitan dengan ekonomi. Pemerintah membuat banyak program, termasuk diskon, mendorong mobilitas melalui work from anywhere, serta berbagai bantuan, seperti bantuan pangan dan bantuan sosial,” ujar Airlangga dikutip Antara, Minggu 22 Maret.
Ia berharap berbagai kebijakan tersebut dapat meningkatkan mobilitas dan konsumsi masyarakat, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita berharap momentum ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama mencapai 5,5 persen,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah telah menggulirkan sejumlah insentif untuk mendorong mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026, antara lain melalui potongan harga di sektor transportasi dan tarif jalan tol.
Program tersebut mencakup keringanan biaya perjalanan pada berbagai moda transportasi, seperti pesawat, kereta api, angkutan laut, dan transportasi darat, guna mempermudah masyarakat melakukan perjalanan mudik.
Pemerintah memberikan diskon tiket kereta api dan angkutan laut hingga sekitar 30 persen, pembebasan tarif jasa penyeberangan, serta potongan harga tiket pesawat berkisar 17–18 persen.
Total kebutuhan anggaran untuk program insentif transportasi tersebut diperkirakan lebih dari Rp900 miliar, yang bersumber dari APBN dan dukungan non-APBN.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat untuk menjaga daya beli masyarakat. Bantuan tersebut berupa paket kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak goreng, yang disalurkan selama dua bulan.
Baca juga:
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga turut menyampaikan ucapan Idulfitri kepada masyarakat serta mengingatkan potensi tantangan global, khususnya terkait fluktuasi harga minyak.
“Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Kita juga perlu mewaspadai potensi gejolak, termasuk krisis minyak ke depan,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie, tokoh industri Ilham Habibie, kader Partai Golkar, serta anggota Pengurus Besar Wushu Indonesia.