Starbucks Luncurkan Kopi Dingin Aerocano di Korea Selatan
JAKARTA - Perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi asal Amerika Serikat Starbucks meluncurkan kopi dingin Aerocano pertama di dunia di Korea Selatan pada akhir bulan lalu.
Resmi dijual mulai 26 Februari, ini menandai pengenalan kategori kopi baru oleh Starbucks di samping Americano dingin dan cold brew. Minuman ini juga diharapkan dapat memperkuat preferensi abadi masyarakat Korea terhadap minuman dingin — bahkan di musim dingin — yang tercermin dalam istilah gaul baru "eoljukah," yang merujuk pada mereka yang tetap minum kopi dingin sepanjang tahun.
Tren ini begitu meluas di Negeri Ginseng sehingga menarik perhatian dari kantor pusat jaringan kopi global di Seattle.
Sebagai pilihan kopi hitam dingin baru pertama yang diluncurkan sejak Starbucks memperkenalkan cold brew di Amerika Serikat pada tahun 2015 — dan di pasar lain pada tahun berikutnya — Aerocano mewakili langkah berani perusahaan selanjutnya.
Lokasi peluncurannya, menurut Manajer Produk Senior Starbucks Asia Pasifik Aleksandra Orsolic, menjadi pilihan yang jelas.
"Saat kami memutuskan di mana pertama kali akan meluncurkan inovasi baru ini, keputusannya cukup mudah," kata Orsolic di kantor Starbucks Korea di Distrik Gangnam, Seoul, dilansir dari The Korea Times 15 Maret.
"Kami mencari pasar yang dinamis, sangat berpengaruh terhadap lanskap global, dan di mana budaya kopi tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga mencari pasar di mana pelanggan menikmati minum kopi dingin kapan saja sepanjang tahun, bahkan di tengah musim dingin, pasar yang memimpin tren eoljukah. Jadi Korea menjadi pilihan yang sangat jelas dan tepat," jelasnya.
Sementara itu, Chief Food and Beverage Development Officer Starbucks Korea Choi Hyun-jung menggarisbawahi preferensi kuat warga Korea Selatan terhadap kopi dingin, mencatat Americano dingin telah menyumbang lebih dari 70 persen dari penjualan tahunan perusahaan selama tiga tahun terakhir.
"Konsumsi kopi dingin di Korea luar biasa terlepas dari musimnya. Kepemimpinan global Starbucks menyadari tren eoljukah yang khas ini dan memutuskan untuk meluncurkan Aerocano di sini terlebih dahulu," terang Choi.
Seorang barista di Starbucks Korea Selatan menggambarkan Aerocano sebagai minuman yang berada di antara Americano dingin dan latte dingin, baik dari segi rasa maupun penampilan.
Baca juga:
- Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kedepankan Diplomatik Agar Selat Hormuz Tetap Terbuka
- Mojtaba Khamenei Menolak Usulan De-eskalasi yang Disampaikan oleh Perantara
- Kemlu Iran Pastikan Mojtaba Khamenei dalam Keadaan Sehat
- Pembinaan Mental dan Spiritual Penting dalam Membentuk Karakter Prajurit TNI AD yang Profesional
Minuman ini dibuat menggunakan teknik aerasi yang memasukkan udara ke dalam espresso dingin melalui steamer, meningkatkan crema dan menciptakan rasa yang lebih lembut dan creamy.
Saat dituangkan di atas es, kopi menghasilkan efek berjenjang saat espresso perlahan mengendap, sebuah tontonan visual yang disorot perusahaan sebagai ciri khas Aerocano.
"Sambil mempertahankan rasa Americano dingin yang familiar, Aerocano meningkatkannya dengan elemen visual yang mencolok dan tekstur creamy. Rasakan kopi dingin generasi terbaru kami," kata Choi.