Ibu Hamil Anak Kembar di Gaza Terbunuh Serangan Israel, Termasuk 8 Polisi Palestina

JAKARTA - Setidaknya 12 warga Palestina, termasuk dua anak laki-laki, seorang wanita hamil, dan delapan petugas polisi, tewas pada Minggu 15 Maret waktu setempat. Mereka terbunuh akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza.

Reuters pada Senin 16 Maret merinci, Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs mengatakan bahwa pada Minggu pagi serangan Israel menghantam kamp pengungsi di Nuseirat, Gaza tengah, berujung pada tewasnya empat orang, termasuk pasangan suami-istri berusia 30-an dan putra mereka yang berusia 10 tahun.

Kata RS Al-Aqsa Martyrs, sang istri yang tewas sedang mengandung anak kembar.

Korban keempat, tetangganya bocah berusia 15 tahun, dibawa ke rumah sakit Awda di Nuseirat.

“Kami sedang tidur dan terbangun karena serangan rudal. Serangannya sangat kuat,” kata Mahmoud Al-Muhtaseb, tetangga korban.

“Tidak ada peringatan sebelumnya,” sambungnya.

Kementerian Dalam Negeri Palestina mengungkapkan serangan udara Israel lainnya terjadi pada Minggu sore menghantam sebuah kendaraan polisi di jalur Salah Al-Din selatan-utara di pintu masuk kota Zawaida di Gaza tengah.

Kata kementerian tersebut, serangan itu menewaskan delapan petugas polisi, termasuk Kolonel Iyad Ab Yousef, seorang pejabat polisi senior di Gaza tengah.

Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs, yang menerima jenazah, mengkonfirmasi jumlah korban tewas 12 warga Palestina. Sementara 14 lainnya mengalami luka-luka.

Menanggapi jatuhnya 12 korban tewas, militer Israel mengaku serangan itu menargetkan satu orang militan Hamas pada hari Minggu sebagai tanggapan atas insiden sebelumnya di mana seorang militan melepaskan tembakan ke arah pasukan.