Apresiasi Sinergi Kemenpora Bangun Ekosistem Olahraga di Sekolah, Komisi X DPR Soroti Pembinaan Atlet Usia Dini
JAKARTA – Langkah strategis yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Hetifah Sjaifudian.
Hal itu terkait kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendisdakmen) dalam memperkuat pembangunan ekosistem olahraga nasional melalui sektor pendidikan.
Usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua Kementerian, kerja sama ini diharapkan bisa berfokus kepada penguatan olahraga di satuan pendidikan dasar dan menengah.
Keputusan ini juga dinilai menjadi langkah penting untuk membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terstruktur sejak usia dini.
Baca juga:
Menurut Hetifah, sinergi antara sektor pendidikan dan olahraga merupakan fondasi utama dalam menciptakan jalur pembinaan talenta atlet nasional yang berkelanjutan.
"Komisi X DPR RI menyambut baik sinergi Kemenpora dan Kemendikdasmen dalam memperkuat pengembangan olahraga di sekolah. Pembinaan atlet yang berkelanjutan perlu dimulai sejak dini melalui sistem pendidikan yang terencana dan terintegrasi," ujar Hetifah dalam keterangan resmi dikutip Senin, 16 Maret 2026.
Sebagai mitra kerja kedua Kementerian tersebut, Komisi X DPR RI menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya olahraga di masyarakat sekaligus menjadi ruang awal untuk menemukan dan mengembangkan bakat atlet muda.
Dalam konteks ini, penguatan cabang olahraga dasar atau mother sports seperti atletik, renang, dan senam dinilai penting sebagai fondasi kemampuan fisik peserta didik sebelum mereka mendalami cabang olahraga tertentu.
Hetifah menegaskan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang menempatkan olahraga pendidikan sebagai salah satu pilar utama dalam sistem keolahragaan nasional.
"Olahraga di sekolah tidak hanya membangun kebugaran, tetapi juga karakter, disiplin, dan kerja sama. Karena itu, penguatan ekosistem olahraga pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, Hetifah menekankan pentingnya keberlanjutan sinergi antara Kemenpora dan Kemendikdasmen. Menurutnya, kerja sama tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan fasilitas olahraga di sekolah, pengembangan kompetensi guru pendidikan jasmani, serta sistem pembinaan talenta yang terintegrasi dari tingkat pendidikan hingga pembinaan prestasi nasional.
Melalui sistem yang terstruktur, diharapkan proses pencarian dan pengembangan atlet dapat berjalan lebih sistematis.
"Dengan sinergi yang kuat antara sektor pendidikan dan olahraga, kita dapat membangun jalur pembinaan atlet yang lebih sistematis sejak pendidikan dasar hingga menengah sehingga dapat memperkuat prestasi olahraga Indonesia pada masa depan," tutur Hetifah.
Kolaborasi lintas Kementerian ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang berkelanjutan sekaligus memperkuat fondasi prestasi olahraga Indonesia pada masa depan.