Perdana, Pertahanan Udara NATO Hancurkan Rudal Balistik yang Ditembakkan dari Iran

JAKARTA - Otoritas Turki mengatakan pertahanan udara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menghancurkan rudal balistik yang ditembakkan dari Iran saat menuju wilayah udara Turki pada hari Rabu, menandai pertama kalinya anggota aliansi tersebut terlibat dalam konflik Timur Tengah yang meluas.

Tidak jelas ke mana rudal itu menuju, tetapi juru bicara NATO mengatakan blok pertahanan trans-Atlantik mengutuk penargetan Turki oleh Iran dan mereka berdiri teguh bersama semua sekutu.

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan rudal itu telah melewati Irak dan Suriah sebelum ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur.

Tidak ada komentar langsung dari Amerika Serikat, yang memiliki pasukan udara yang ditempatkan di Pangkalan Incirlik di selatan Turki. Pangkalan tersebut berada di provinsi yang berbatasan dengan Provinsi Hatay, tempat otoritas Turki mengatakan puing-puing dari rudal NATO yang mencegat telah jatuh.

"Kami memperingatkan semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang akan menyebabkan eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan ini. Dalam konteks ini, kami akan terus berkonsultasi dengan NATO dan sekutu kami lainnya," kata Kementerian Pertahanan, menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa atau luka-luka, melansir Al Arabiya dari Reuters (5/3).

"Semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah dan ruang udara kami akan diambil dengan tegas dan tanpa ragu-ragu. Kami mengingatkan semua pihak bahwa kami berhak untuk menanggapi tindakan permusuhan apa pun terhadap negara kami," tambahnya.

Dua pernyataan awal lainnya oleh pejabat senior Turki tentang insiden tersebut tidak menyebutkan Pasal 4 NATO, yang menyatakan Sekutu akan "berkonsultasi bersama setiap kali, menurut pendapat salah satu dari mereka, integritas teritorial, kemerdekaan politik, atau keamanan" suatu negara anggota terancam.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyampaikan protes kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dalam sebuah panggilan telepon setelah insiden tersebut, kata sebuah sumber diplomatik Turki.

Diketahui, Ankara berupaya menengahi pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat beberapa minggu sebelum AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang memicu serangan rudal dan drone oleh Teheran. Beberapa negara di Teluk dan tempat lain telah terkena dampaknya.