Menlu RI Sampaikan Surat Duka Cita Presiden Prabowo Atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan surat duka cita dari Presiden Prabowo Subianto atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Itu disampaikan Menlu RI kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, saat menerimanya di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Hari Rabu (4/3).
"Kami mendiskusikan perkembangan situasi terkini di Timur Tengah. Saya tekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta perlunya upaya de-eskalasi melalui diplomasi," tulis Menlu RI dalam unggahan di akun Instagram @menluri.
"Saya juga menyerahkan surat dari Presiden Prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian, yang menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran," lanjutnya.
Diketahui, AS dan Iran menggelar "Operation Epic Fury" versi Washington atau "Operation Roaring Lion" versi Tel Aviv pada Hari Sabtu, dikutip dari ABC.
Serangan itu menyebabkan ratusan korban tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior Tehran.
"Menurut laporan lapangan dari tim operasional, sayangnya, 787 warga negara telah gugur dalam serangan ini," kata Bulan Sabit Merah Iran di situs webnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI dalam unggahan di media sosial mengatakan Indonesia siap memfasilitasi dialog guna mengembalikan kondisi keamanan yang kondusif, dengan Presiden Prabowo Subianto siap melakukan mediasi, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi.
Dalam unggahan di media sosial X Kemlu RI menuliskan, "Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah."
"Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi," cuit Kemlu RI seperti dikutip Sabtu (28/2).
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi," tulis Kemlu RI.
Terbaru, Menlu Sugiono mengatakan mengatakan telah melakukan komunikasi dengan Amerika Serikat dan Iran, terkait tawaran Indonesia untuk memfasilitasi perundingan damai di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
"Saya berkomunikasi dengan kedua belah pihak, pihak AS dan pihak Iran. Kita tunggu bagaimana nanti, karena dia mengatakan akan lihat situasinya beberapa hari dan beberapa minggu ke depan," ujar Sugiono di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam.
Lebih lanjut Menlu Sugiono mengungkapkan mengungkapkan telah menyampaikan secara langsung niat Indonesia tersebut dalam komunikasi telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Dalam percakapan itu Menlu Sugiono juga menekankan pentingnya seluruh pihak kembali ke meja perundingan.
"Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau (Araghchi) terima," imbuhnya.
Baca juga:
- Tanggapi Trump, PM Spanyol: Anda Tidak Bisa Bermain Rolet Rusia dengan Nasib Jutaan Orang
- Komandan US CENTCOM Sebut Progres Serangan AS di Iran Lebih Cepat dari Jadwal
- Kepala Bantuan PBB Peringatkan Dampak Kemanusiaan yang Mengerikan Akibat Ketegangan Timur Tengah
- Komandan Militer AS Klaim Hancurkan 17 Kapal Iran, Termasuk Kapal Selam
Menlu Sugiono, menjelaskan, langkah tersebut didasari komitmen Indonesia untuk mengambil peran aktif dan konstruktif dalam merespons konflik. Menurutnya, dialog dan diplomasi tetap menjadi jalan terbaik untuk meredakan ketegangan dan mengakhiri konflik.
Namun, ia menegaskan mediasi hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak yang berkonflik menyatakan kesediaan untuk difasilitasi.
"Yang pasti Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita," tandasnya.