Presiden Trump Peringatkan Pasukan Iran untuk Menyerah atau Hadapi Kematian

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Hari Minggu memperingatkan pasukan keamanan Iran untuk menyerah atau dibunuh, setelah militer AS mengatakan telah menghancurkan markas besar Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

"Sekali lagi saya mendesak (IRGC), militer dan polisi Iran untuk meletakkan senjata dan menerima kekebalan penuh atau menghadapi kematian pasti. Itu akan menjadi kematian pasti. Itu tidak akan menyenangkan,” kata Presiden Trump dalam pidato video, melansir Al Arabiya (2/3).

Lebih lanjut Presiden Trump mengatakan, operasi tempur di Iran terus berlanjut dan akan terus berlangsung hingga semua tujuan Washington tercapai.

Presiden Trump juga mengonfirmasi tiga anggota militer Negeri Paman Sam telah tewas dan mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak korban, bersumpah untuk membalas kematian warga Amerika.

"Operasi tempur terus berlanjut saat ini dengan kekuatan penuh, dan akan terus berlanjut hingga semua tujuan kita tercapai. Kita memiliki tujuan yang sangat kuat," katanya.

Selain itu, Presiden Trump juga mendesak warga Iran untuk bangkit menggulingkan pemerintah mereka, sehari setelah serangan gabungan AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

"Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk memanfaatkan momen ini, untuk berani, tegas, heroik, dan merebut kembali negara Anda. Amerika bersama Anda," katanya.

Sebelumnya, Presiden Partai Republik itu pada Hari Minggu mengatakan, Ia membayangkan operasi militer selama empat minggu melawan Iran.

"Ini selalu merupakan proses empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu," katanya kepada surat kabar Inggris Daily Mail.

"Sekuat apa pun negara itu, ini adalah negara besar, akan memakan waktu empat minggu – atau kurang," kata Presiden Trump.