Pemerintah AS Suntik 2,49 Juta Dolar AS Buat Perencanaan Kota Cerdas IKN
JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengucurkan 2,49 juta dolar AS untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menjelaskan, dana tersebut disalurkan melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA) untuk mendanai asistensi teknis solusi kota cerdas (smart city).
Nantinya, hibah tersebut bakal digunakan untuk upaya mempercepat transformasi digital Nusantara.
Proyek itu bertujuan menghasilkan cetak biru infrastruktur cerdas terintegrasi, siap investasi dan memenuhi standar global.
"Visi kami jelas, Nusantara harus menjadi kota hijau, berkelanjutan dan secara fundamental cerdas," ujar Basuki dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari.
Adapun asistensi teknis tersebut akan mencakup penyusunan arsitektur perusahaan kota cerdas, paket dokumen lelang siap pakai hingga model investasi finansial.
Selain itu, dokumen tersebut juga akan memuat kerangka kerja yang patuh pada prinsip environmental, social and governance (ESG).
Sementara itu, Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus project director inisiatif ini Subhranshu Sekhar Das menjelaskan, proyek hibah tersebut dikerjakan oleh konsorsium Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis utama.
Konsorsium tersebut beranggotakan Frost & Sullivan, ASECH Indonesia, Mirekel serta PT Searce Technologies Indonesia yang merupakan mitra Google Cloud Platform.
"Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi cognitive city dan berpotensi menjadi model rujukan global," jelas dia.
Baca juga:
Subhranshu menambahkan, penggunaan agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan menjadi kunci dalam optimalisasi tata kelola kota.
Transformasi itu akan menggeser paradigma dari infrastruktur digital statis menuju sistem kecerdasan adaptif bagi layanan publik.