Panduan Bijak Screen Time: Mengapa Orang Tua Harus Selektif Pilih Tontonan Anak?

JAKARTA - Teknologi memang tak terelakkan, namun bagi anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, paparan layar gawai (screen time) ibarat pedang bermata dua. dr. Farid Agung Rahmadi, Sp.A, dokter spesialis anak dari IDAI, mengingatkan bahwa pemilihan tontonan yang salah dapat memengaruhi perilaku anak menjadi impulsif atau tampak hiperaktif akibat ritme gambar yang terlalu cepat.

Aturan Main Screen Time Berdasarkan Usia

Agar tumbuh kembang anak tetap optimal di periode emasnya, berikut adalah batasan durasi yang direkomendasikan:

Usia < 1 Tahun: Sama sekali tidak direkomendasikan terpapar layar dalam bentuk apa pun.

Usia < 2 Tahun: Hanya diperbolehkan untuk video call dengan keluarga dekat.

Usia 2–6 Tahun: Maksimal 1 jam per hari. Syaratnya: konten harus berkualitas, didampingi orang tua, dan ada interaksi dua arah.

Mengapa Harus Dibatasi?

Dilansir dari ANTARA, pada usia balita, otak sedang berkembang sangat pesat. Terlalu banyak menatap layar berisiko mengurangi kuantitas dan kualitas interaksi langsung dengan lingkungan. Akibatnya, stimulasi keterampilan motorik, bahasa, dan sosial anak menjadi tidak maksimal.

Catatan Penting: Orang tua tidak perlu takut anak "gaptek" jika baru mengenal teknologi di usia 3 atau 4 tahun. Di usia tersebut, kemampuan belajar anak sangat cepat sehingga mereka akan mudah mengejar ketertinggalan teknologi.

5 Tips bagi Orang Tua dalam Mengelola Media Digital

Pendampingan Aktif: Bukan sekadar duduk di sebelah anak, tapi bantu mereka memahami apa yang dilihat dan bagaimana menerapkannya di dunia nyata.

Kurasi Konten: Pantau aplikasi dan jenis tontonan secara rutin. Pastikan tidak ada unsur kekerasan atau ritme gambar yang terlalu agresif.

Jangan Jadikan "Penenang": Hindari menggunakan gawai sebagai satu-satunya cara untuk mendiamkan anak yang sedang tantrum atau rewel.

Aturan 1 Jam Sebelum Tidur: Pastikan anak bebas dari layar setidaknya satu jam sebelum waktu tidur agar kualitas istirahatnya terjaga.

Jadilah Role Model: Anak adalah peniru ulung. Jika anak dilarang bermain ponsel, orang tua pun harus berkomitmen untuk tidak memainkan gawai di depan mereka.