Jejak Iman Brotoseno di TVRI: Dari PAW 2020 hingga Isu Efisiensi Kontributor Daerah
JAKARTA — Mundurnya Iman Brotoseno dari kursi Direktur Utama TVRI terungkap lewat rekaman rapat Zoom yang beredar Senin, 23 Februari 2026. Apalagi TVRI akan punya hajat besar. TVRI resmi menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Tidak heran, kabar ini mengejutkan karena terkesan mendadak, sementara sampai siang hari belum ada penjelasan resmi dari manajemen.
Iman dilantik sebagai Direktur Utama Pengganti Antarwaktu (PAW) pada 27 Mei 2020, menggantikan Helmy Yahya. Ia masuk TVRI dengan latar belakang non-birokrat. Ia merupakan praktisi periklanan, pewarta, sekaligus sineas. Di luar TVRI, namanya dikenal lewat film 3 Srikandi serta kerja-kerja produksi iklan dan dokumenter.
Selama masa kepemimpinannya, TVRI beberapa kali berada dalam pusaran pengetatan belanja. Pada Februari 2025, saat muncul kabar “PHK ASN” di TVRI, Iman membantah. Menurutnya, ASN tidak bisa di-PHK. Yang dihentikan sementara, kata dia, adalah pemakaian jasa kontributor di TVRI daerah. Argumentasinya, kontributor dibayar lewat anggaran TVRI daerah dan pembayaran terjadi jika karya mereka ditayangkan. Ia juga menekankan kru produksi tidak di-PHK, sementara yang terdampak lebih banyak pekerja alih daya seperti satpam, petugas kebersihan, dan pengemudi.
Baca juga:
Tekanan lain datang dari parlemen. Pada September 2025, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI, Anggota Komisi VII DPR Yoyok Riyo Sudibyo secara terbuka mempertanyakan kinerja TVRI. Ia menyoroti realisasi anggaran 2025 hingga Juli yang baru 49,75 persen. Untuk program berita, serapan disebut hanya 32,47 persen. Sementara produksi siaran audio visual baru 7,48 persen dan teknis produksi siaran 5 persen.
“Anggaran Bapak jalan, siaran mandek, Pak. TV Bapak wes koma ini, Pak. Di rumah sakit, Pak,” ujar Yoyok dengan sindiran keras seperti dimuat di inilah. Ia juga mempertanyakan permintaan tambahan anggaran TVRI Rp1,18 triliun untuk program digitalisasi, sementara infrastruktur lama dinilai belum dimanfaatkan optimal. “Ini TV publik apa TV-nya ATM, Pak? Belanja pegawai nambah terus, siaran malah tambah lambat,” kritiknya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum itu, dari total pagu anggaran 2026 sebesar Rp823 miliar, Direktorat Program dan Berita hanya memperoleh Rp36,5 miliar atau sekitar 4,4 persen. Kondisi ini dinilai ironis karena TVRI memikul fungsi utama sebagai lembaga penyiaran publik.
Hingga berita ini diturunkan, Iman Brotoseno belum merespons upaya konfirmasi VOI. Ketua Dewan Pengawas TVRI Agus Sudibyo juga belum memberikan keterangan. Namun, salah satu peserta rapat Zoom membenarkan perihal mundurnya Iman dan menyebut keterangan resmi akan dikeluarkan oleh TVRI.