Surati Sekjen PBB, Iran akan Tanggapi Agresi Militer dengan Tegas dan Proporsional
JAKARTA - Iran memperingatkan akan menanggapi "dengan tegas dan proporsional" setiap agresi militer, menurut surat yang dikirim oleh misi PBB mereka kepada Sekretaris Jenderal Antonio Guterres.
Iran diketahui tengah berada dalam kebuntuan yang tegang di Timur Tengah dengan Amerika Serikat, terkait dengan kesepakatan mengenai program nuklir Tehran.
Surat itu memperingatkan bahwa "semua pangkalan, fasilitas, dan aset kekuatan musuh di kawasan itu akan menjadi sasaran yang sah" sebagai bagian dari apa yang digambarkan Teheran sebagai respons defensif berdasarkan hukum internasional, melansir The National (20/2).
Iran menambahkan, AS akan memikul "tanggung jawab penuh dan langsung" atas setiap "konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali" yang timbul dari tindakan tersebut.
Tehran mengatakan unggahan media sosial pada 18 Februari oleh Presiden AS Donald Trump berisi "ancaman publik yang eksplisit tentang penggunaan kekuatan" jika Iran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Misi Iran mengatakan, referensi tentang kemungkinan penggunaan pangkalan militer, termasuk Diego Garcia di Kepulauan Chagos dan lapangan terbang RAF Fairford di Inggris, merupakan eskalasi yang serius.
"Mengingat situasi yang bergejolak di kawasan itu dan pergerakan serta penumpukan peralatan dan aset militer yang terus-menerus oleh Amerika Serikat, pernyataan yang agresif seperti itu tidak boleh dianggap sebagai retorika belaka," bunyi surat itu, memperingatkan tentang "risiko nyata agresi militer" dengan konsekuensi yang dapat berakibat bencana bagi stabilitas regional.
Iran menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekjen Guterres untuk bertindak "tanpa penundaan", mendesak mereka untuk mencegah ancaman kekerasan menjadi "normal" sebagai alat kebijakan luar negeri.
Sementara itu, persiapan militer AS telah meningkat. Menurut laporan Washington Post, Pemerintahan Trump tampaknya siap untuk melancarkan serangan militer yang berkepanjangan terhadap Iran.
Presiden Trump mengatakan, dia percaya 10 hingga 15 hari akan menjadi "waktu yang cukup" bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
Baca juga:
- Tanggapi Dewan Perdamaian, Hamas Tegaskan Israel Harus Menghentikan Serangan di Gaza
- Soal Eks Kamp Pengungsi Al-Hol, Kemlu: Kita Prioritaskan Proses Verifikasi dan Status Kewarganegaraan
- PM Israel Sebut Tidak Ada Rekonstruksi di Gaza Sebelum Demiliterisasi
- Trump Beri Waktu Iran 15 Hari untuk Capai Kesepakatan Nuklir atau Hadapi Hal Buruk
Iran menolak untuk membahas tuntutan AS dan Israel yang lebih luas agar negara itu membatasi program rudal balistiknya dan memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok bersenjata sekutu di seluruh wilayah tersebut.
Wall Street Journal melaporkan Presiden Trump sedang mempertimbangkan serangan terbatas awal terhadap target militer dan pemerintah untuk memaksa Iran memenuhi tuntutannya untuk kesepakatan nuklir.
Serangan itu dirancang untuk menekan Teheran tetapi tidak akan sampai pada serangan skala penuh yang dapat memicu pembalasan besar, kata laporan itu.