Empat Bulan Kosong, Fasilitas Karantina Pasien COVID-19 di Sorong Ditutup
JAKARTA - Pemerintah kota Sorong di Provinsi Papua Barat menutup fasilitas karantina bagi pasien COVID-19 tanpa gejala di Gedung Diklat Kampung Salak, Distrik Sorong Barat, karena dalam empat bulan terakhir sudah tidak ada warga yang memanfaatkannya.
Wali Kota Sorong Lambert Jitmau mengatakan bahwa penderita infeksi virus corona yang membutuhkan fasilitas karantina sudah sedikit karena 96 persen pasien COVID-19 di wilayah Sorong sudah sembuh.
"Mudah-mudahan angka kesembuhan terus meningkat," katanya di Sorong, dilansir Antara, Rabu, 2 Juni.
Wali Kota mengatakan bahwa fasilitas kesehatan di Kota Sorong tetap disiagakan untuk menangani pasien COVID-19.
"Rumah Sakit di Kota Sorong punya ruang untuk penanganan pasien COVID-19. Jika ada pasien COVID-19 tetap dilakukan penanganan oleh tim medis," katanya.
Baca juga:
- Lembaga Survei IPS Sebut 3 Figur 'Bang Jago' di 2024: Prabowo, Ganjar, Anies
- Survei: Elektabilitas Paman Birin Unggul Dibanding Haji Denny Indrayana di Pilgub Kalsel
- KPU Usul ke DPR Pileg-Pilpres Februari 2024, Pilkada November
- PDIP Dianggap Bakal Rugi Jika Mencalonkan Ganjar Pranowo Jadi Capres Ketika Elektabilitasnya Belum 30 Persen
Para dokter dan tenaga kesehatan yang lain, ia melanjutkan, juga tetap siaga menangani kasus penularan virus corona.
Lambert juga mengingatkan kembali seluruh warganya untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan COVID-19.