BCA Perkuat Pertahanan Digital melalui Pendekatan 3 Pilar Keamanan Ini
JAKARTA - Menanggapi maraknya kejahatan siber yang semakin canggih, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menekankan memperkuat aspek manusia (people), proses (process), dan teknologi (technology), sebagai fondasi utama sistem perlindungannya.
SVP IT Security BCA Ferdinan Marlim berkata, menegaskan bahwa tiga hal tersebut menjadi fokus dan fondasi BCA untuk memproteksi sistemnya dan melawan berbagai kejahatan daring seperti phishing, Distributed Denial of Service (DDoS), dan Social Engineering.
“BCA selalu menyosialisasikan awareness kepada karyawan, manajemen, dan direksi. Karena tahu phishing itu berbahaya, kami melakukan simulasi untuk mengetes para karyawan, melihat berapa banyak orang yang mengeklik dan terpancing situs palsu dalam simulasi,” kata Ferdinan.
Pada aspek people atau manusia, BCA menerapkan peningkatan kapabilitas tim keamanan termasuk dengan mengambil sejumlah sertifikasi untuk staf dan mengikuti framework internasional keamanan siber.
Baca juga:
Beberapa framework tersebut berasal dari National Institute of Standards and Technology (NIST) Cybersecurity Framework (CSF) yang berpusat kepada manajemen risiko strategis seperti identify (mengenali), protect (melindungi), detect (mendeteksi), respond (menanggapi), recover (memulihkan), dan govern (mengatur).
Sedangkan pada aspek teknologi, Ferdinan menambahkan, BCA juga mengambil sertifikasi-sertifikasi ISO yang terkait keamanan sistem informasi, termasuk untuk jasa pembayaran dan privacy data.
Selain langkah-langkah preventif, BCA juga memastikan secara process langkah-langkah transaksi dilakukan sesuai prosedur. Termasuk dalam hal penanganan keluhan pelanggan, BCA tidak lepas tangan ketika ada nasabah yang menjadi korban phishing atau kejahatan daring lain.
Maka dari itu, SVP Wholesale Transaction Banking Product Development BCA Martinus Robert Winata mengimbau nasabah agar selalu awas dan tidak mudah terpancing alamat web palsu dan membagikan data-data sensitif ke orang lain.
“Kami juga mengimbau perusahaan atau pengguna Klik BCA Bisnis untuk menggunakan fungsi user sebagaimana mestinya. Kami mengimbau nasabah tidak menitipkan fungsi dan peran user hanya kepada satu orang, sehingga fungsi double control hilang,” ujar Robert.