Ratusan Siswa di Bandarlampung Diduga Keracunan MBG dari Tiga Sekolah Berbeda

BANDARLAMPUNG - Ratusan siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat 13 Februari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengonfirmasi bahwa para siswa tersebut mengalami gejala diare yang cukup serius.

Rincian Korban Terdampak

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, total korban terdampak tersebar di tiga institusi pendidikan dengan rincian sebagai berikut:

  1. SDN 4 Sumberjo: Terdiri dari 77 siswa, 9 guru, dan 1 orang tua siswa. Sebagian besar korban di sekolah ini menjalani rawat jalan.

  2. SD Al Munawaroh: Terdiri dari 64 siswa, serta 11 orang yang merupakan guru dan penjaga sekolah, ditambah 1 orang tua guru. Lima orang dari sekolah ini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit atau klinik.

  3. SMPN 14 Bandarlampung: Sebanyak 43 siswa terdampak, dengan rincian 37 orang rawat jalan dan 6 orang lainnya harus dirawat inap di rumah sakit serta Puskesmas Kemiling.

Investigasi Sumber Makanan

Muhtadi menjelaskan bahwa ketiga sekolah tersebut mendapatkan pasokan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama di Kecamatan Kemiling. Meski lokasi bangunan SPPG dianggap sudah memenuhi kriteria secara fisik, ditemukan fakta krusial mengenai legalitas operasionalnya.

"Ya, data kami SPPG ini belum punya SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi). Catatan Dinkes ada beberapa poin di SPPG ini belum memenuhi syarat sehingga harus ada perbaikan. Atas dasar itu Dinkes belum mengeluarkan rekomendasi untuk diterbitkan SLHS ke Dinas Perizinan," tegas Muhtadi.

Dinkes telah mengambil sampel air dan sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan tersebut. Ada dugaan bahwa bahan makanan atau proses pengolahan tertentu membuat makanan menjadi tidak layak konsumsi atau basi.

Langkah Penanganan

Dinkes Bandarlampung telah menginstruksikan Puskesmas Kemiling dan Puskesmas Bringin Raya untuk melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi seluruh korban, baik siswa maupun guru, terutama bagi mereka yang menjalani rawat jalan.

"Kami ingin memastikan para siswa dan guru yang diduga keracunan MBG ini sehat dan membaik terutama mereka yang rawat jalan. Karena yang rawat inap sudah pasti ditangani oleh dokter di rumah sakit," tambah Muhtadi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih menunggu hasil pengecekan sampel makanan untuk menentukan langkah hukum atau administratif selanjutnya terhadap SPPG terkait.