Ekspansi Anthropic ke India Terhambat karena Perusahaan Lokal Punya Nama Serupa

JAKARTA – Anthropic, perusahaan Kecerdasan Buatan (AI) asal Amerika Serikat, menghadapi gugatan hukum saat memulai ekspansinya ke India. Hal ini terjadi karena perusahaan lokal memiliki nama yang sama.

Perusahaan bernama Anthropic Software itu telah beroperasi sejak 2017 di Karnataka. Ketika Anthropic masuk ke India, Anthropic Software merasa bahwa perusahaan yang mengembangkan Claude tersebut menimbulkan kebingungan di kalangan pelanggan.

Atas kebingungan tersebut, Anthropic Software pun mengajukan gugatan. Mereka meminta ganti rugi sebesar 10 juta rupee atau sekitar Rp1,8 miliar kepada pengadilan komersial. Selain uang, Anthropic Software juga menuntut hak penggunaan nama secara resmi.

"Saat ini, saya sedang menggunakan hak hukum saya karena hal ini menyebabkan kebingungan besar bagi pelanggan saya," kata Pendiri Anthropic Software, Mohammad Ayyaz Mulla, melansir dari TechCrunch pada Selasa, 10 Februari.

Pengadilan Karnataka telah mengeluarkan surat panggilan resmi kepada pihak Anthropic global pada akhir Januari 2026. Pengadilan menolak untuk memerintahkan penghentian operasional sementara kepada perusahaan tersebut.

Namun, pihak pengadilan menyatakan bahwa sidang akan dilanjutkan pada 16 Februari mendatang. Sidang berikutnya akan menentukan apakah kedua perusahaan dapat mempertahankan nama tersebut secara damai atau tidak.

Melihat Anthropic Software yang ingin mempertahankan namanya, merek dagang ini diprediksi akan menjalani proses hukum yang panjang. Hingga saat ini, Anthropic yang terkenal dengan Claude belum memberikan komentar mengenai kasus tersebut.