China Tegaskan Dukungan Terhadap Penggunaan Energi Nuklir Iran Secara Damai
JAKARTA - China menegaskan dukungannya terhadap penggunaan energi nuklir Iran secara damai, mendukung penyelesaian di seputarnya secara diplomatik dan damai, saat pejabat kedua negara bertemu.
Asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok Liu Bin bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, pada hari Kamis, sehari sebelum pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Oman,
Kedua pihak memfokuskan diskusi mereka pada pertukaran pandangan mengenai situasi terkini masalah nuklir Iran.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri pada Hari Kamis, Liu mengatakan Tiongkok secara konsisten mendukung penyelesaian damai masalah nuklir Iran melalui cara politik dan diplomatik, dan menentang ancaman kekerasan dan tekanan melalui sanksi, dikutip dari Global Times (6/2).
Selain itu, Liu juga mengatakan China "mendukung hak sah Iran untuk menggunakan energi nuklir secara damai."
"China akan terus mempromosikan penyelesaian yang tepat atas masalah nuklir Iran," Liu menekankan, melansir Al Arabiya dari Reuters.
Diplomat Tiongkok itu mengatakan, Negeri Tirai Bambu akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendorong penyelesaian yang tepat atas isu nuklir Iran.
Baca juga:
- Rusia Sesalkan Berakhirnya Perjanjian Pembatasan Senjata Nuklir, Tetap Gunakan Pendekatan Bertanggung Jawab
- Kamboja Minta Bantuan Bukti Sejarah dari Prancis Guna Menyelesaikan Sengketa Perbatasan dengan Thailand
- Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, NATO Minta Menahan Diri dan Bertanggung Jawab
- Wamenlu RI: Indonesia Siap Membangun Kemitraan dalam Menghadapi Tantangan Dunia Islam
Pada gilirannya, Gharibabadi menyampaikan apresiasi atas sikap objektif dan netral Beijing terhadap isu nuklir Tehran, menyatakan kesediaan untuk mempertahankan komunikasi dan koordinasi dengan Tiongkok, menurut siaran pers tersebut.
Sebelumnya, Reuters pada Hari Rabu melaporkan AS dan Iran telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan di Oman pada Hari Jumat, kata para pejabat dari kedua belah pihak, meskipun mereka tetap berselisih mengenai desakan Washington agar negosiasi mencakup persenjataan rudal Teheran dan janji Iran untuk hanya membahas program nuklirnya.
Upaya diplomatik ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan karena AS membangun kekuatan di Timur Tengah dan para pemain regional berupaya menghindari konfrontasi militer yang dikhawatirkan banyak pihak dapat meningkat menjadi perang yang lebih luas, kata laporan itu.