JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya mengupayakan usulan perjanjian yang akan menjamin hak untuk penggunaan nuklir secara damai tanpa senjata nuklir.
"Saya telah menginstruksikan tim saya untuk mengerjakan rencana atau proposal yang dapat dilaksanakan, yang dapat menjamin tidak akan ada senjata nuklir, sekaligus menjamin hak Iran untuk menggunakan teknologi nuklir secara damai untuk pembangkit listrik, produksi obat-obatan, dan pertanian," katanya dilansir ANTARA dari Sputnik, Rabu, 11 Februari.
Menteri tersebut juga menyatakan Iran masih belum sepenuhnya mempercayai Amerika Serikat setelah serangan yang terjadi selama negosiasi pada 2025 dan ingin memastikan insiden serupa tidak terulang.
BACA JUGA:
Menanggapi pertanyaan tentang apakah Iran bersedia meminimalkan atau mengurangi potensi rudal balistiknya, Araghchi mengatakan otoritas Iran "hanya bernegosiasi tentang program nuklir kami dengan AS." Isu rudal balistik tidak sedang dibahas, imbuhnya.
Abbas juga menekankan Iran tidak memiliki masalah dengan rakyat AS, tetapi memiliki masalah dengan kebijakan pemerintahnya, yang "bermusuhan" terhadap Republik Islam.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pekan lalu menyatakan keberhasilan negosiasi dengan Iran bergantung pada keputusan terkait jangkauan rudal balistik, program nuklir, dan hal-hal lainnya.
Pada 6 Februari, pembicaraan antara delegasi AS dan Iran mengenai program nuklir Iran diadakan di ibu kota Oman, Muscat.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan berjalan lancar dan akan berlanjut selama minggu ini.