Longsor Tambang Timah di Bangka, 6 Pekerja Asal Pandeglang Tewas
JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan enam orang pekerja tambang bijih timah di Kecamatan Pemali Bangka, yang meninggal dunia diketahui berasal dari Pandeglang, Banten.
“Enam orang pekerja tambang bijih timah meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor teridentifikasi berasal dari Pandeglang Banten," kata Kepala BPBD Bangka, Rusmansyah dilansir ANTARA, Rabu, 4 Februari.
Enam korban asal Pandeglang tersebut masing-masing atas nama Abat, Samson, Sanam, Abeng, Alex dan Manaf. Sementara satu orang pekerja dan alamat yang sama belum ditemukan atas nama Soleh.
"Tim SAR masih terus melakukan pencarian Soleh di tempat kejadian dengan menerjunkan tim gabungan dengan menggunakan alat berat," jelas dia.
Selain enam orang pekerja ditemukan meninggal dunia dan satu orang pekerja masih dalam proses pencarian. Diketahui ada empat pekerja asal Padenglang yang selamat dalaminsiden tersebut yaitu, Ecek, Asep, Mani dan Sainan.
Musibah kecelakaan tambang bijih timah yang menelan korban meninggal dunia terjadi pada Senin (2/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Kegiatan penambangan bijih timah di atas area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah milik warga Pemali Bangka dan diduga tidak mengantongi izin dokumen resmi.
Tim SAR di lapangan mengalami kendala dalam pencarian korban yang masih tersisa satu orang karenakondisi pergeseran struktur tanah di area tambang. Proses pencarian menggunakan alat berat seperti excavator dan alat pendukung lain untuk mempercepat proses pencarian.