Sekjen NATO Sebut Pasukan Sekutu akan Dikerahkan ke Ukraina Setelah Kesepakatan Damai
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte mengatakan pada Hari Selasa, Ukraina akan segera menerima kehadiran militer dari pasukan sekutu begitu kesepakatan damai dengan Rusia tercapai.
Berbicara di parlemen Ukraina, Verkhovna Rada, di Kyiv, Sekjen Rutte mengatakan pasukan darat, udara dan laut dari negara-negara yang tergabung dalam kelompok informal "koalisi yang bersedia" akan dikerahkan ke Ukraina "segera."
"Ukraina membutuhkan dukungan yang kuat. Koalisi yang bersedia telah membuat kemajuan dalam hal jaminan, seperti yang disebutkan oleh (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelensky. Begitu kesepakatan damai ditandatangani, akan segera muncul pasukan bersenjata, pesawat di langit, dan dukungan maritim dari negara-negara NATO yang telah setuju," katanya, melansir Anadolu (4/2).
Lebih jauh Sekjen Rutte meyakinkan para anggota parlemen, perhatian NATO terhadap keamanan Ukraina tidak akan berkurang meskipun ada tantangan global lainnya.
"Sekarang kita fokus pada peristiwa-peristiwa dunia yang mungkin menimbulkan kekhawatiran, jadi perhatian kita mungkin terbagi. Tetapi saya ingin meyakinkan Anda bahwa perhatian kita tidak teralihkan dari Ukraina. Ukraina telah dan tetap menjadi pusat pemikiran keamanan kita, dan kita siap memberikan dukungan yang cepat dan konsisten," tegasnya.
Menurut Sekjen NATO, aliansi tersebut mempertahankan dialog harian dengan Ukraina dan memasok peralatan setiap hari sehingga pasukan Ukraina dapat membela diri sekarang dan mencegah agresi di masa depan.
Ia mengatakan 75 persen dari semua rudal untuk garis depan dan 90 persen rudal untuk pertahanan udara telah tiba di Ukraina melalui mekanisme Daftar Prioritas Kebutuhan Ukraina (PURL).
"Melalui mekanisme PURL, jutaan euro diterima dari sekutu dan mitra. Sejak musim panas lalu, kami telah menyediakan 75 persen dari semua rudal yang tiba di Ukraina, yang ditujukan untuk garis depan, dan 90 persen yang melindungi wilayah udara," katanya.
Sekjen Rutte menambahkan, NATO memahami kebutuhan mendesak Ukraina dan terus berupaya untuk memastikan pengiriman melalui PURL dan saluran lainnya.
PURL berfungsi sebagai dokumen referensi utama untuk Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina (pertemuan "format Ramstein"), di mana lebih dari 50 menteri pertahanan sekutu mengoordinasikan bantuan.
Baca juga:
Diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memimpin upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina, yang telah berlangsung sejak Februari 2022.
Rusia dan Ukraina dijadwalkan untuk membahas kemungkinan perjanjian perdamaian dalam pembicaraan yang dimediasi AS di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada 4-5 Februari. Ini putaran kedua pertemuan trilateral kedua negara, yang sedianya dihelat akhir pekan lalu.